TASAWUF  I

Mata Kuliah                : Ilmu Tasawuf

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Mata kuliah ini memberikan bekal kepada mahasiswa tentang asal usul dasar-dasar Qur’ani, sejarah perkembangan Tasawuf Akhlak, Irfani dan Falsafi, hubungannya dengan ilmu lain, serta tarekat dan tasawuf di Indonesia.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah
  2. Menjelaskan asal usul tasawuf, dasar-dasar Qur’aninya serta manfaatnya.
  3. Mengidentifikasi dan mengaplikasikan konsep-konsep tasawuf.
  4. Menjelaskan hubungan dan konsep-konsep tasawuf dengan masalah kehidupan.
  1. III. Indikator Kompetensi
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan asal usul tasawuf dan dasar-dasar Qur’aninya.
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang sejarah pekembangan tasawuf akhlak, irfani dan falsafi dan hubungannya dengan ilmu lainya.
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep tasawuf akhlak, irfani, dan falsafi.
  5. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi konsep-konsep tasawuf dengan masalah kehidupan.
  6. Adanya perubahan dalam kehidupan mahasiswa sesuai dengan isi kandungan ajaran tasawuf.
  1. IV. Topik dan Subtopik
  2. Dasar-dasar Qur’ani dan Sejarah Timbulnya Tasawuf (Kontak Kebudayaan Hindu, Persi, Yunani dan Arab).
  3. Sejarah Perkembangan Tasawuf Salafi (Akhlaqi), Falsafi, Syi’i.
  4. Kerangka Berfikir Irfani: Dasar-dasar Filosofi Ahwal dan Maqamat.
  5. Hubungan Tasawuf, Ilmu Kalam, dan Filsafat.
  6. Hubungan Tasawuf dengan Ilmu Jiwa Agama (Transpersonal Psikologi).
  7. Tasawuf Akhlaki: Hasan al-Basri, al-Muhasibi, al-Qusairi, dan al-Ghazali.
  8. Tasawuf Irfani: Rabiah al-Adawiyah, Zun Nun al-Misri, al-Junaid, al-Sulami, al-Hallaj, al-Bustami.
  9. Tasawuf Falsafi: Ibn Arabi, al-Jili, Ibn Sab’in, dan Ibn Masarrah
  10. Tarekat: Sejarah dan Perkembangannya.

10.  Studi Kritis Terhadap Aliran-aliran Tasawuf.

11.  Tasawuf di Indonesia: Hamzah Fansuri, al-Raniri, Abd Raup Sinkel, Abd Shamad al-Palembani, Syekh Yusuf al-Maksari, Nawawi al-Bantani, dan Hamka.

  1. V. Referensi
  2. Abdullah, Hawash, Perkembangan Ilmu Tasawuf dan Tokoh-tokohnya di Nusantara, Surabaya: al-Ikhlas, 1980.
  3. Aceh, Abu Bakar, Pengantar Ilmu Tarekat, Solo: Ramadhani, 1990, Cetakan VI.
  4. Hamka, Tasawuf Modern.
  5. Hamka, Tasawuf : Perkembangan dan Pemurniannya.
  6. Al-Kaabdzi, Abu Bakar Muhammad, al-Taaruf Limadzhab Ahl al-Taswuf, Kairo: Maktabah al-Kulliyat al-Azhariyyah, 1969, Cetakan I.
  7. Mahmud, Abd al-Qadir, al-Falsafah al-Shufiah.
  8. Al-Naisaburi, Abu al-Qasim Abd al-Karim Ibn Hawazin al-Qusyairi, al-Risalah al-Quasairiyyah, terjemahan.
  9. Nasution, Harun, Filsafat dan Mistisme dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1987, Cetakan V.
  10. Al-Suhrawardi, Awarif al-Ma’arif.

10.  Taftazani, Abu al-wafa’ Sufi dari zaman ke zaman.

11.  A.E. Affifi, Filasafat Mistis Ibnu ‘Arabi.

12.  Khalili Al-Bamar, Ajaran Tarekat.

13.  Al-Lamah Syaid Abdullah Haddad, Tarekah Menuju Kebahagiaan.

14.  Mr Bawa Muhayyaddin, Tasawuf Mendamaikan Dunia.

TASAWUF  II

Mata Kuliah                : Tasawuf II

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Mata kuliah ini memberikan bekal kepada mahasiswa tentang penelitian dan pengkajian taswuf, kritikan al-Qusairi al-Harawi terhadap sufi terdahulu, spiritualisasi Islam dan Kesehatan mental, hubungan taswuf dengan psikologi Islam, Tarekat dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah
  2. Menjelaskan ajaran-ajaran tasawuf falsafi.
  3. Mengidentifikasik dan mengaplikasikan konsep-konsep tasawuf.
  4. M dengan menjelaskan hubungan dan konsep-konsep tasawuf dengan masalah kehidupan.
  1. III. Indikator Kompetensi .
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan kritikan terhadap sufi-sufi terdahulu.
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang konsep bahagia menurut al-Ghazali.
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang konsep tasawuf falsafi.
  5. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi konsep-konsep taswuf dengan masalah kehidupan.
  6. Adanya perubahan dalam kehidupan mahasiswa sesuai dengan isi kandungan ajaran tasawuf.
  1. IV. Topik dan Subtopik
  2. Penelitian dan Pengkajian Tasawuf.
  3. Tasawuf dan Perkembangannya sampai al-Qsairi.
  4. Kritik al-Qusairi dan al-Harawi terhadap sufi terdahulu.
  5. Al-Ghazali sebagai tokoh spiritual Islam.
  6. Relevansi spiritualisasi Islam dengan kesehatan mental.
  7. Tujuh makam kenaikan rohani.
  8. Pengalaman kejiwaan dalam tasawuf.
  9. Dampak zikir terhadap kesehatan mental.
  10. Abu Said dan ajarannya.

10.  Fariduddin al-Attar serta ajarannya.

11.  Jaladuddin rumi serta ajarannya.

12.  Tarekat Naqsyabandi serta ajarannya.

13.  Tarekat Syathari serta ajarannya.

14.  Neo Sufisme.

  1. V. Referensi
  2. Atjeh, Aboebakar, Pengantar Ilmu Tarekat, Solo: Ramadhani, 1990, Cetakan, VI.
  3. Hamka, Tasawuf Modern.
  4. Hamka, Tasawuf : Perkembangan dan Pemurniannya.
  5. Al-Kaabdzi, Abu Bakar Muhammad, al-Taaruf Limadzhab Ahl al-Taswuf, Kairo: Maktabah al-Kulliyat al-Azhariyyah, 1969, Cetakan I.
  6. Al-Naisaburi, Abu al-Qasim Abd al-Karim Ibn Hawazin al-Qusyairi, al-Risalah al-Quasairiyyah, terjemahan.
  7. Nasution, Harun, Filsafat dan Mistisme dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1987, Cetakan V.
  8. Taftazani, Abu al-wafa’ Sufi dari zaman ke zaman.
  9. Yunasril Ali, Manusia Citra Ilahi
  10. A.E. Affifi, Filasafat Mistis Ibnu ‘Arabi.

10.  Khalili Al-Bamar, Ajaran Tarekat.

11.  Mujdeh Fayat dan Muhammad Ali, Negeri Sufi.

12.  Al-Lamah Syaid Abdullah Haddad, Tarekah Menuju Kebahagiaan.

13.  Mr Bawa Muhayyaddin, Tasawuf Mendamaikan Dunia.

14.  As-Syuhrawardi, Hikayat-hikayat Mistis.

15.  Yahya Jaya, Spiritualisasi Islam dalam Menumbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan Mental.

16.  Hasyim Muhammad, Dialog antara Tasawuf dan Psikologi.

17.  Simuh, Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam.

SILABUS MATA KULIAH AKHLAK TASAWUF

Mata Kuliah                : Akhlak Tasawuf

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Mata kuliah ini memberikan bekal kepada mahasiswa tentang pengertian akhlak dan tasawuf, ruang lingkup, tujuan, sumber, hubungannya dengan ilmu lain, ajaran, aliran, metode dan penerapannya.

  1. II. Kopetensi Mata Kuliah
    1. Menjelaskan pengertian akhlak dan tasawuf, ruang lingkup kajian dan keguanaannya.
    2. Mengidentifikasi dan mengaaplikasikan konsep-konsep akhlak dan tasawuf.
    3. Menjelaskan hubungan dan konsep akhlak tasawuf dengan masalah kehidupan.
    4. Menggambarkan hubungan akhlak dan tasawuf dengan disiplin ilmu lainnya.
  1. III. Indikator Kopetensi
    1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian akhlak dan tasawuf, ruang lingkup kajian kegunaannya.
    2. Mahasiswa mampu menjelaskan ajaran, aliran, metode, corak pemikiran dalam akhlak dan tasawuf.
    3. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang sumber, tujuan dan hubungan akhlak tasawuf dengan ilmu lainnya.
    4. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan konsep-konsep akhlak dan taswuf dan hubungannya dengan masalah kehidupan.
    5. Adanya perubahan tingkah laku yang akhlaqi dan Qur’ani mahasiswa sesuai dengan isi kandungan ajaran akhlak dan tasawuf.
  1. IV. Topik dan Subtopik
    1. Akhlak
      1. Pengertian akhlak, ruang lingkup, tujuan, dan manfaat mempelajari akhlak.
      2. Manusia dan akhlak serta hubungannya dengan aqidah, syari’ah, sosiologi dan psikologi.
      3. Factor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak.
      4. Baik dan buruk dalam tinjauan nash agama dan pemikiran.
      5. Akhlak manusia terhadap tuhan dan wujud lainnya.
      6. Langkah-langkah praktis, pembentukan, pemeliharaan dan peningkatan akhlak.
      7. Tasawuf
        1. Pengertian taswuf, ilmu tasawuf, ruang lingkup, tujuan dan manfaat mempelajari dan dasar-dasarnya dalam Al-Qur’an.
        2. Sejarah pertumbuhan dan perkembangan tasawuf (gerakan zuhud dan perkembangannya dalam Islam).
        3. Hubungan tasawuf dengan ilmu kalam, filsafat, fiqh dan psikologi agama.
        4. Maqmat dan Ahwal.
        5. Tasawuf Akhlaqi dan Falsafi.
        6. Tasawuf dan tarekat.
        7. Tasawuf di era modern.
        8. Tasawuf dan psikoterapi.
        9. Taswuf dan aplikasinya dalam kehidupan.
  1. V. Referensi
    1. A. Wajib
      1. Ahmad Amin, Etik
      2. Al-Ghazali, al-khuluq al-Muhsin.
      3. Duski Samad, Studi Tasawuf: Sejarah tokoh dan Pemikiran.
      4. Harun Nasution, Falsafat dan Mistisme dalam Islam.
      5. Hamzah Ya’kub, Etika dalam Islam.
      6. Rahmat Djatnika, Etika Islam.
      7. Taftazani, risalah Qusyairiyah.
      8. B. Anjuran
        1. Asnarab As, Pengantar Studi Akhlak.
        2. Abu Bakar Aceh, Pengantar Tasawuf.
        3. , Pengantar Ilmu Tasawuf.
        4. Al-Ghazali, Ihya al-‘Ulum al-Din.
        5. Annimarie Schimell, Mistical Dimension of Islam.
        6. Bakri Dusar dan Gusnar zein, Akhlak dalam berbagai dimensinya.
        7. Ibn Maskawih, Tahzib al-Akhlak.
        8. M. Yusuf Musa, Falsafah al-Akhlak fi al-Islam.
        9. Simuh, Tasawuf dalam Islam.

SILABUS MATA KULIAH ORIENTALISME

Mata Kuliah                : Orientalisme

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Mata kuliah ini berkenaan dengan pembahasan tentang pemikiran orientalis (Barat non Islam) tentang berbagai persoalan keIslaman, Al-Qur’an, Hadits, Aqidah Islam, Nabi Muhammad SAW, Filsafat Islam, Sejarah Peradaban Islam dan berbagai aspek lainnya tentang umat Islam. Dengan mengetahui pemikiran orientalis ini, mahasiswa dapat melakukan studi kompratif terhadap pemikiran Barat serta dapat melakukan analisis kritis untuk pembelaan ajaran Islam.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah
    1. Menjelaskan latar belakang munculnya studi barat terhadap ajaran Islam, motivasi, tujuan dan sasaran yang hendak mereka capai.
    2. Mengakaji pemikiran barat (non Islam) terhadap berbagai aspek ajaran dan umat Islam, Al-Qur’an, Hadits, pribadi Nabi Muhammad SAW, filsafat Islam, Tasawuf Islam, Sejarah Peradaban Islam, Psikologi Islam dan berbagai aspek lainnya.
    3. Melakukan studi komperatif terhadap metode dan pendekatan yang dipakai orientalis dalam mengkaji, meneliti dan mengembangkan kajian tentang Islam.
    4. Melatih mahasiswa untuk memilah dan memilih dengan selektif ilmu dan pemikiran yang datang dari Barat, sehingga generasi muda Islam tidak terkontaminasi dengan pemikiran Barat yang merusak Islam.
    5. Melatih mahasiswa menganalisis dan menyusun jawaban terhadap pemikiran orientalis yang menghujat Islam, menimbulkan keragu-raguan atau memberikan citra  negatif terhadap ajaran Islam dan Umat Islam.
    6. Menganalisis dampak positif dan negatif studi orientalisme baik terhadap Islam maupun peradaban barat sendiri.
  1. III. Indikator Kompetensi .
    1. 1. Mahasiswa mampu menjelaskan latar belakang munculnya studi barat terhadap ajaran Islam, motivasi, tujuan dan sasaran yang hendak, mereka capai.
    2. 2. Mahasiswa mampu mengakaji pemikiran barat (non Islam) terhadap berbagai aspek ajaran dan umat Islam, Al-Qur’an, hadits, pribadi Nabi Muhammad SAW, filsafat Islam, Tasawuf Islam, Sejarah Peradaban Islam, Psikologi Islam, dan berbagai aspek lainnya.
    3. 3. Mahasiswa mampu melakukan studi komperatif terhadap metode dan pendekatan yang dipakai orientalis dalam mengakaji, meneliti dan mengembangkan kajian tentang Islam.
    4. 4. Mahasiswa mampu memilah dan memilih dengan selektif ilmu dan pemikiran yang datang dari Barat, sehingga generasi muda Islam tidak terkontaminasi dengan pemikiran Barat yang merusak Islam.
    5. 5. Mahasiswa mampu menganalisis dan menyusun jawaban terhadap pemikiran orientalis yang menghujat Islam, menimbulkan keragu-raguan atau memberikan citra  negatif terhadap ajaran Islam dan Umat Islam.
    6. 6. Mahasiswa mampu menganalisis dampak positif dan negatif studi orientalisme baik terhadap Islam maupun peradaban barat sendiri.
  1. IV. Topik Inti
    1. Pengertian dan ruang lingkup orientalisme.
      1. Pengertian orientalis dan orientalisme secara umum dan khusus.
      2. Ruang lingkup orientalis: umum dan khusus.
      3. Manfaat Orientalisme.
      4. Sejarah timbulnya orientalisme.
        1. Persentuhan Timur dan Barat setelah perluasan Islam ke luar jazirah Arabia.
        2. Tujuan; pengacauan ajaa Islam, keagamaan dan politik.
        3. Metode penelitian dan penyebaran orientalisme.
          1. Metode penelitian.

1)   Jenis; penelitian lapangan dan kepustakaan.

2)    Teknik pengumpulan data lapangan; interview, observasi, angket, verstehend dan pengumpulan arkeologi.

3)    Sumber data; primer dan sekunder.

  1. Penyebaran Orientalisme:

1)   Menulis dan menterjemahkan buku/ensiklopedi.

2)   Menerbitkan majalah atau surat kabar.

3)   Member kuliah.

4)   Kongres orientalisme.

5)    Pengiriman misionaris.

  1. Fase-fase perkembangan orientalisme.
    1. Fase  cikal bakal orientalisme/ pra akademis abad ke 10-13.
    2. Permulaan eksistensi orientalisme di perguruan tinggi (abad ke 14-17)
    3. Orientalisme abad ke 18
    4. Orientalisme abad ke 19
    5. Orientalisme abad ke 20
    6. Klasifikasi orientalis berdasarkan sikapnya terhadap Islam.
      1. Membenci/ memusuhi Islam.
      2. Menyangsikan kebenaran Islam.
      3. Mendekati Islam untuk kepentingan politik.
      4. Yang jujur tapi sekedar pengkajian ilmiah.
      5. Yang jujur dan masuk Islam.
      6. Orientalisme, misionarisme, dan kolonialisme.
        1. Pengertian misionarisme, dan kolonialisme.
        2. Hubungan historis: orientaisme, dengan misionaisme.
        3. Hubungan historis: orientaisme, dengan kolonialisme.
        4. Hubungan historis: misionarisme, dengan kolonialisme.
        5. Perbedaan fokus orientalisme, misionarisme, dan kolonialisme.
        6. Kerjasama antara orientalisme, misionarisme, dan kolonialisme.
        7. Pandangan negative orientalis tentang Al-Qur’an.
          1. Latar belakang pandangan negative orientalis terhadap Al-Qur’an.
          2. Tuduhan Al-Qur’an sebagai ciptaan Nabi Muhammad SAW, tiruan Taurat dan Injil dengan alasan;
  • Uslub Al-Qur’an sama dengan uslub Muhammad.
  • Adanya kesamaan kisah tertentu dalam Al-Qur’an dengan Taurat dan Injil.
  • Adanya pertentangan salah satu ayat Al-Qur’an dengan ayat Al-Qur’an yang lain.
  1. Tuduhan bahwa perhatian Al-Qur’an terhadap wanita sangat sedikit.
  2. Analisis terhadap pandangan orientalis tersebut.
  3. Pandangan positif orientalis terhadap Al-Qur’an.
    1. Latar belakang pandangan positif orientalis terhadap Al-Qur’an.
    2. Pandangan positif orientalis terhadap Al-Qur’an.
  • Dipilih satu atau dua buku orientalis yang berpandangan positif terhadap Al-Qur’an.
  • Diupayakan setiap tahun buku yang dibahas berbeda.
  1. Analisis terhadap pandangan orientalis tersebut.
    1. Pandangan oientalis terhadap Hadits.
      1. Latarbelakang pandangan orientalis terhadap hadits.
      2. Pandangan negatif orientalis terhadap hadits. Dipilih dari dua dari tema yang ada, umpamanya:.
  • Tuduhan bahwa Hadits bikinan orang-orang semata.
  • Tuduhan bahwa separoh hadits dalam kitab Sahih Bukhari tidak ada asalnya dan tidak dapat dipercaya.
  • Tuduhan bahwa sanad hadits nabi hanya bikinan semata.
  • Tuduhan bahwa hadits. Diambil dari perkataan atau kata mutiara yang bersumber dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
  • Kritik orientalis terhadap kodifikasi hadits.
  • Kritik orientalis terhadap kritik sanad dan kritik matan dalam ilmu Hadits, dll.
  1. Pandangan atau karya positif orientalis tentang hadits.
  2. Analisis terhadap kedua persoalan tersebut.

10.  Pandangan orientalisterhadap Aqidah Islam.

  1. Latar belakang pandangan orientalis terhadap aqidah Islam.
  2. Pandangan negative orrientalis tentang Aqidah Islam.
  • Tuduhan bahwa aqidah Islam lebih kabur, ketuhanan Hindu lebih tegas.
  • Tuduhan bahwa kaum muslimin penyembah berhala dan mempertuhan- kan Muhammad SAW (komentar Moroe).
  • Kepercayaan terhadap hari akhirat dan takdir penghambat kemajuan ekonomi Islam.
  • Tuduhan lainnya.
  1. Pandangan positif orientalis terhadap keutuhan Islam.
  2. Analisis terhadap kedua pandangan tersebut.

11.  Pandangan orientalis terhadap Nabi Muhammad SAW.

  1. Latar belakang pandangan orientalis terhadap Nabi Muhammad SAW.
  2. Pandangan negative orientalis terhadap Nabi Muhammad, diantaranya;
  • Nabi berpenyakit jiwa, epilepsy (ayan).
  • Tuduhan bahwa Nabi Muhammad hipersex.
  • Poligami Nabi Muhammad menunjukkan libidonya berlebihan.
  • Tuduhan lainnya.
  1. Pandangan positif orientalis terhadap Nabi Muhammad SAW.
  • Muhammad sebagai negarawan.
  • Keluhuran akhlak Nabi Muhammad.
  • Pandangan positif lainnya.
  1. Analisis terhadap kedua pandangan di atas.

12.  Pandangan oientalis terhadap Filsafat dan Tasawuf Islam.

  1. Pendahuluan.
  2. Pandangan negatif orientalis terhadap filsafat Islam;
  • Filsafat Islam hanya ciplakan Filsafat Yunani.
  • Umat Islam tidak akan dapat berfilsafat karena ajaran Islam mengekang kebebasan berfikir.
  • Tuduhan negatif  lainnya terhadap filsafat Islam
  1. Tuduhan orientalis bahwa tasawuf pengaruh dari ajaran agama lain;
  • Pengaruh ajaran Upanishad Hindu.
  • Pengaruh dari ajaran selibat Kristen.
  • Tuduhan negatif lainnya
  1. Panadangan positif orientalis terhadap tasawuf.
  2. Analisis terhadap ketiga pandangan tersebut.

13.  Pandangan orientalis terhadap sejarah, ekonomi dan peradaban Islam.

  1. Pendahuluan.
  2. Pandangan oientalis terhadap penyebaran Islam.
  • Penyebaran Islam sebagai ekspansi politik.
  • Islam dikembangkan dengan kekerasan.
  • Pengharaman riba penghambat pertumbuhan ekonomi Islam.
  • Kebilah Arab masuk Islam karena tuntutan ekonomi.
  1. Pandangan positif orientalis terhadap Islam.
  • Budaya Islam melebihi budaya Islam.
  • Islam agama akal dan ilmu.
  • Islam lebih dahulu dari revolusi Prancis.
  • Ajaan Islam mendorong perekonomian.
  • Analisis terhadap kedua pandangan di atas.

14.  Studi terhadap peran orientalis di Indonesia di masa kolonial.

  1. Pendahuluan.
  2. Peran orientalis dalam ekspedisi ke Indonesia.
  3. Peran orientlis dalam penyusunan konsep politik Belanda terhadap Islam di Indonesia (haji penning, pendidikan sekule, depolittsasi ulama dan santri, dll.)
  4. Pean orientalis dalam merintis kelembagaan agama di Indonesia (negatif dan positif).
  5. Analisis terhadap ketiga persoalan diatas.

15.  Pengaruh orientalis terhadap Islam.

  1. Pendahuluan
  2. Pengaruh positif
  3. Pengaruh negatif
  4. Jawaban Islam terhadap fungsi negative orientalisme.
  5. Analisis.

  1. V. Sistem Perkuliahan

Tatap muka, ceramah, tanya jawab, tutorial

SILABUS MATA KULIAH USHUL FIQH

Mata Kuliah                : Ushul Fiqh

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang ushul Fiqh sebagai alat untuk mengistimbatkan dari Al-Qur’an dan Sunnah dengan menggunakan kaidah-kaidah.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah

  1. Menjelaskan pengertian Ushul Fiqh, hukum, dalil hukum, metode istimbath dan kewenangan berijtihad.
  2. Mengaplikasikan Ushul Fiqh dalam memahami hukum-hukum syar’I secara berkaidah.
  3. Menggali dan merumuskan hukum masalah-masalah kontenporer dari sumber-sumber hukum secara berkaidah.
  1. III. Indikator Kompetensi

  1. Mahasiswa mampu menetapkan hukum dengan dalil dan menetapkan dalil untuk hukum.
  2. Mahasiswa mampu menguraikan hukum dengan dalil dan menguraikan dalil untuk hukum.
  3. Mahasiswa mampu mengimplementasikan kaidah-kaidah Ushul Fiqh dalam menghadapi masalah kontemporer.
  1. IV. Topik dan Subtopik

  1. Pengantar:
    1. Pengertian, tujuan, ruang lingkup, dan objek Ushul Fiqh serta pebedaannya dengan Fiqh.
    2. Sejarah  dan perkembangan Ushul Fiqh, periodesasi dari zaman Nabi sampai sekarang.
    3. Istilah-istilah hukum:
      1. Al-Ahkam: pengertian, pembahagiaan dan macam-macamnya.
      2. Al-Hakim: muhkan fihi, pengertian dan permasalahannya.
      3. Muhkn ‘alaihi: pengertian, dasar, syarat-syarat taklif dan ahliyah.
      4. Dalil:
        1. Al-Qur’an: pengertian, kedudukan, dalalahnya terhadap hukum, dan penjelasan A-Qur’an terhadap hukum.
        2. Al-Sunnah: pengertian, kedudukan dan fungsinya terhadap Al-Qur’an.
        3. Ijma’: pengertian, dasar hukum, rukun, dan syarat-syarat, kedudukan, tingkatan, dan permasalahan ijma’ di zaman kontenporer.
        4. Qiyas: pengertian, dasar hukum, kedudukan dan macam-macamnya.
        5. Istidhlal:
        6. Istihsan: pengertian, macam-macam, dasar hukum, kedudukan dan penerapannya di zaman kontemporer.
        7. Maslahat Al-Mursalah: pengertian, dasa hukum, kedudukan dan penerapannya di zaman kontemporer.
        8. Isthab: pengertian, dasar hukum, kedudukan dan implikasi serta kaidah-kaidahnya.

10.  ‘Urf: pengertian, dasar hukum, macam-macam, kedudukan dan permasalahannya.

11.  Sadd Al-Dzari’ah: pengertian, dasar hukum, macam-macam dan kedudukannya.

12.  Qaul Sahabi: pengertian, macam-macam dan kedudukannya.

13.  Syar’ man qablana: pengertian, hakikat, bentuk-bentuk lafaz dan kaidah-kaidahnya.

14.  Metode istimbath:

15.  Manthuq dan mafhum: pengertian, macam-macam dan kehujjahhannya.

16.  Amar dan nahi: pengertian, hakikat, bentuk-bentuk lafaz dan kaidahnya.

17.  Al-Am dan Al-Khas: pengertian, bentuk-bentuk lafaz dan kehujjahannya.

18.  Taksish dan makhushih: pengertian, dan bentuk-bentuknya.

19.  Muthlaq dan muqayyad: pengertian, kehujjahannya masing-masing dan permasalahanny.

20.  Mujmal da mubayyan, bayan, tafsil, dan takwil: pengertian, macam-macam, dan permasalahannya.

21.  Hakikat dan majaz: pengertian dan macam-macamnnya (lughawiyah, syariyah dan ‘urfiyah).

22.  Muraddif dan musytarak: pengertian, bentuk-bentuk dan permasalahannya.

23.  Ta’arudh al-adillah: pengertian dan macam-macamnya.

24.  Penyelesaian Ta’arudh al-adillah al-jam’wa al-taufiq, al-tarjih, al-naskh dan tasaquth al-dalilaini.

25.  Ijtihad: pengertian, dasar hukum, objek, syarat-syarat mujtahid dan tingkatan-tingkatan mujtahid.

26.  Ijtiba’, taqlid, talfiq dan qada.

  1. V. Referensi

  1. Buku Wajib
  2. Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh jilid I, Jakarta, Logos, 1997
  3. Nasroen Haroen, Ushul Fiqh Jilid I, Jakarta, Logos, 1996
  4. ‘Abd al-Karim Zaidan, al-Wajis fi Ushul al-Fiqh, Beirut, Maassasat al-Risalah, 1996
  5. ‘Abd al-Wahab al-Khallaf, ‘Ilm Ushul al-Fiqh.
  6. Muhammad al-Khuddari Bek, Ushul al-Fiqh
    1. Buku anjuran
      1. T.M. Hasbi ash-Shidieqi, Pengantar Hukum Islam I dan II.
      2. Wael Hallaq, History of Islamic Legal Theory.
      3. Muhammad Abu Zahrah, Ushul al-Fiqh.
      4. ‘Ali Hasballah, Ushul al-Tasyri’ al-Islam
      5. Nazar Bakry, Fiqh dan Ushul Fiqh.
      6. Abdul Hamid Hakim, Al-Bayan.
      7. Imam al-Syathi, Al-Muiwaffaqad.
      8. Ibn Qayyim al-Jauziah, I’lam al-Muwaqi’in.

SILABUS MATA KULIAH TAUHID / ILMU KALAM

Mata Kuliah                : Tauhid / Ilmu Kalam

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah
  2. II. Kompetensi Mata Kuliah
  3. III. Topik dan Subtopik
  4. IV. Indikator Kompetensi
    1. Pengertian Ilmu Kalam, Aqidah, dan Tauhid serta sejarah yang muncul dan ruang lingkupnya.
    2. Beberapa pengertian dasar tentang Aqidah.
    3. Iman, kafir, syirik, nifak beserta pembagian masing-masing.
    4. Aqidah Islam : pokok dan cabang:
      1. Zat Allah dan sifat-sifatnya.
      2. Makna syahadat dan pembagiannya.
      3. Tauhid dan pembagiannya.
      4. Alam dan proses penciptaannya.
      5. Rasul Muhammad dan lainnya.
      6. Al-Qur’an dan kitab-kitabnya.
      7. Malaikat, roh, dan jin.
      8. Eskatologi dan bentuk-bentuknya.
      9. Takdir dan kebebesan manusia.
      10. Hubungan Ilmu Kalam, Filsafat dan Rasionalitas.
      11. Mengenai bebeapa aliran dalam Ilmu Kalam:
        1. Khawarij dan Muji’ah.
        2. Qadariyah dan Jabariyah.
        3. Mu’tazilah dan Syiah.
        4. Ahlusunnah (salaf dan khalaf).
        5. Beberapa persoalan kalam dan pemecahannya.
          1. Pelaku dosa besar.
          2. Kehendak mutlak dan keadilan Tuhan
          3. Iman dan Kufur.
          4. Perbuatan Tuhan dan Perbuatan Manusia.
          5. Persoalan aqidah dan pemecahannya menurut ulama kontenporer, aspek, politik, ekonomi, social, budaya, dan hukum.
  5. V. Referensi
    1. Wajib
      1. Abdul Aziz Dahlan, Teologi dan Aqidah dalam Islam.
      2. Abdul Halim Mahmud, Al-Tauhid Al-Khalis.
      3. Al-Asy’ari, Al-Maqamat Al-Islamiyyin.
      4. , Al-Ibanah’an Ushul Al-Diyanah.
      5. Al-Syahrastani, Al-Milal wa Al-Nihal.
      6. Ali Mustafa Al-Ghurabi, Tarikh Al-Fiaq Al-Islamiyah wa Nas’at Ilm Al-Kalam ‘ind Al-Muslimin.
      7. Haun Naution, Teologi Islam Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan.
      8. Muhammad Ahmad Abu Zahrah, Teologi dan Aqidah dalam Islam.
      9. Muhammad Abduh, Risalat Al-Tauhid.

10.  Siajuddin Zar, Teologi Islam, Aliran dan Ajarannya.

  1. ,konsep penciptaan Alam dalam Pemikian Islam, Sains dan Al-Qur’an.

12.  Mahmud Syaltut, Akidah wa Syari’ah.

13.  Harifuddin Cawidu, konsep Kufu dalam Al-Qur’an.

  1. Buku Anjuran

Seluuh yang berkaitan dengan Ilmu Kalam.

SILABUS MATA KULIAH SEJARAH PERADABAN ISLAM

Mata Kuliah                : Sejarah Peradaban Islam

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  :

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Muliah ini berkenaan dengan dengan pembahasan tentang perkembangan sejarah dan peradaban Islam sejak masa pra Islam, masa awal Islam hingga masa kontenporer.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah
    1. Menjelaskan aspek-aspek pearadaban masyarakat Arab pra Islam.
    2. Menjelaskan proses pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam dari masa awal hingga kontenporer.
    3. Menganalisis implementasi Perang salib terhadap peradaban Islam dan Barat.
    4. Menganalisis perkembangan Islam kontenporer.
  1. III. Indikator Kompetensi.
    1. Mahasisiwa mampu menjelaskan peradaban masyarakat Arab pra Islam.
    2. Mahasiswa mampu menjelaskan SPI sebagai suatu disiplin Ilmu tersendiri.
    3. Mahsisiwa mampu menjelaskan pertumbuhan SPI dalam perkembangan politik.
    4. Mahasisiwa mampu menjelaskan implikasi Perang Salib terhadap peradaban Islam dan Barat.
    5. Mahasiswa mampu menjelaskan Implikasi invasi Mongol terhadap peradaban Islam dan Mongol.
    6. Mahasiswa mampu menjelaskan kawasan peedaban Islam besar dunia dan memahami aspek-aspek peradaban yang muncul di kawasan tersebut.
    7. Mahasiswa mampu menjelaskan perkembangan islam kontenporer terutama di wilayah-wilayah non-muslim.
  1. IV. Topik Inti
    1. I.            Pengantar SPI
      1. Pengeritian dan Sejarah Peradaban Islam
      2. Dasar dan uang Lingkup Sejarah dan Peradaban Islam
      3. Periodesasi Sejarah dan Peradaban Islam
      4. Metode Sejarah dan Peradaban Islam
      5. Manfaan Sejarah dan Peradaban Islam.
      6. II.            Arab Pra Islam.
        1. Geografi Jzirah Arab
        2. Pembagian bansa Aab
        3. Politik dan pemeintahan Aab pra Islam
        4. Konsesi Sosial Arab pra Islam
        5. Agama dan kepercayaaan bangsa Arab pra Islam.
        6. III.            Pertumbuhan dan perkembangan Peradaban Islam
          1. Masa Nabi Muhammad SAW
            1. Masa kecil, remaja, perdagangan dan pernikahan.
            2. Permulaan, macam, dan isalah wahyu yang bersifat gadual
            3. Periode Mekkah
            4. Periode Madinah.
            5. Masa Kullafa al-Rasyidin
              1. Khalifah Abu Bakar.
  • Pribadinya dan Tsaqifah bani Sa’idah
  • Tantangan di awal masa kekhlifahannnya.
  • Perluasan daerah Islam
  • System pemerintahan
  • Pengumpulan Mushaf Al-Qu’an.
  1. Khlifah Umar ibn Khatab
  • Peradaban dan pengangkatannya sebagai khalifah.
  • Perluasan wilayah pada masa khlaifah Umar.
  • Kepemimpinan Umar.
  • Peletakan prinsip keadilan.
  • Wasiat dan meninggalnya Umar
  1. Khalifah Utsman Ibn Affan
  • Pribadi dan pengangkatannya sebagai khalifah.
  • Perluasan wilayah pada masa khalifah Utsman.
  • Kodifikasi Al-Qur’an.
  • Kebijakan Pemerintahan.
  • Tuduhan nepotisme dan akhir hayatnya.
  1. Khalifah Ali Ibn Tahalib
  • Pribadi dan pengangkatannya sebagai khalifah.
  • Kebijakan Ali Ibn Tahalib
  • Konflik internal masa kekhalifahannya.
  • Akhi masa Pemeintahhan Ali.
  1. Masa Bani Umayyah
    1. Sejarah berdrinya Bani Umayyah.
    2. Kebijakan politik dan system pemerintahan.
    3. Sistem ekonomi-keuangan, social dan tali persaudaraan.
    4. Sistem militer dan perluasan wilayah.
    5. Interregnum Umar bin Abdul Aziz.
    6. Pekembangan peradaban masa bani Umayyah.
    7. Penyebab keuntuhan bani Umayyah di Syiria.
    8. Masa Bani Abbas
      1. Sejarah berdrinya bani Abbasiyah.
      2. Kebijakan politik dan system pemerintahan.
      3. System ekonomi, social dan tali persatuan masa Abbasiyah
      4. Kemajuan peradaban masa bani Abbas.
      5. Sebabkeruntuhan dinasti Abbasiyah.
      6. Islam di Spanyol
        1. Masuknya Islam ke Spanyol.
        2. Perkembangan pemerintahan Islam di Spanyol.
        3. Kemajuan peradaban di Spanyol.
        4. Reconqueta (penaklukan kembali).
        5. Masa dinasti Murabittun
        6. Masa dinasti Muwahhidun.
        7. Pentebab kemunduan dan kehancuran.
        8. IV.            Perang Salib dan Implikasinya terhadap Peradaban Islam.
          1. Pengertian Perang Salib.
          2. Penyebab Perang Salib.
          3. Jalannya Peang salib (angkatan I-VI)
          4. Implikasi perang Salib terhadap peradaban Islam.
          5. V.            Invasi Mongol.
            1. Asal usul bangsa Mongol
            2. Serangan Mongol di bawah Jengiskan.
            3. Serangan mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan.
            4. Dampak serangan Mongol.
            5. VI.            Kawasan Peradaban Islam
              1. Arab.
              2. Turki
              3. Persia.
              4. Afika Hitam?
              5. Melayu
              6. Perkembangan Kontenporer Islam di
                1. Eropa
                2. Amerika
                3. Asia Timur

  1. V. System Perkuliahan
    1. Tatap muka: ceramah, tanya jawab, tutorial.
    2. Diskusi kelompok.
    3. Tugas terstuktur.
    4. Tugas mandiri.
  1. VI. Tugas Mahasiswa
    1. Membuat resumemateri kuliah.
    2. Membuat pertanyaan sekaligus jawaban dari materi kuliah.
    3. Membuat makalah kelompok.
    4. Membuat makalah akhir semester (individu).

VII. Media Pembelajaran

  1. OHP dan Perangkatnya.
  2. Laptop, Infokus, dan kelengkapannya (jika memungkinkan).
  3. White Board, Spidol, dan kelengkapannya.
  4. VIII. Sistem Penilaian.
    1. Penilaian tugas terstruktur dan mandiri. (15 %)
    2. Penilaian jawaban Quiz/ keaktifan dalam perkuliahan (15 %).
    3. Penilaian ujian Mid. (30 %).
    4. Penilaian ujian Akhi Semester. (40 %).
  1. IX. Referensi

  1. A. Buku Wajib
    1. Brocklemann, History Of Islamic People, London, Kegan Paul, 1982.
    2. Hasan Ibrahim Hasan, Tarikh Islam al-Siyasi al-Din wa al-Tsaqafi wa al-Ijtima’, I,II,III, Kairo, Maktabah al-Nahdha al-Misiyyah, ttp.
    3. , Sejarah Kebudayaan Islam, Yogyakata Kota Kembang.
    4. Philip K. Hitti, History of The Arab, London, Macmillan Press.
    5. Hasymi, Sejarah kebudayaan Islam, Jakarta, Bulan Bintang.
    6. Maidi Haun dan Fidaus, Sejaah dan Peadaban Islam, I, II Padang IAIN press.
    7. , Sejarah dan Kebudayaan Islam (berbasis Kompetensi), Padang, IAIN Press, 2004.
    8. Ahmad Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam. I,II,III, Jakarta, Alhusna.
    9. Alirman Hamzah, Sejrah Peradaban Islam; dari Masa Rasulullah SAW Hingga Islam di Andalusia Padang, IAIN Press, 2006.
  2. B. Buku Anjuran
    1. Ahmad Amin, Fajr al-Islam, Kairo,Maktabah al-Nahdha al-Mishriyyah, 1975.
    2. Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta, Rajawali Press.
    3. Hamka, Sejarah Umat Islam I-IV, Jakarta, Bulan Bintang.
    4. Ira Lapidus, Sejarah Sosial Umat Islam, I-III, Jakarta, RajaGrafindo.
    5. Shaban, Islamic History AD 600-750 (AH.132) A new Interpretation, University Press.
    6. W. Mongtgomery Watt, Muhammad: Propet and Statestamen, New York, University Press.
    7. , The Influence of Islam on Medieval Europe, Edinburgh; Edinburgh University Press, 1972.
    8. , Kejayaan Islam (terj., Yogyakarta, Tiara Wacana, 1990.
    9. , Sejarah Peradaban Islam, Bandung, Pustaka Bani Quraisy, 2004

SILABUS MATA KULIAH ULUMUL QUR’AN

Mata Kuliah                : Ulumul Qur’an

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Mata kuliah Ulumul Qur’an akan membahas pengertian dan perkembangan, sejarah tuun dan penulisan Al-Qur’an, masalah rasam, qiraat, asbab al-Nuzul, makiyah, madaniyyah, sampai membicarakan munasabat, muhkam dan mutasyabihat, I’jaz Al-Qur’an, dan metodologi tafsir.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah

  1. Mengerti dan memahami dengan benar tentang Al-Qur’an.
  2. Menjelaskan berbagai pembahasan para ulama terhadap kandungan Al-Qur’an.
  3. Menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an.
  4. Berfikir Positif untuk meyakini kebenaran Al-Qur’an.
  1. III. Indikator Kompetensi

  1. Mampu menjelaskan berbagai pembahasan dalam ulum al-Qur’an sepert sejarah turun, penulisan dan pentadwinan al-Qur’an seperti sejarah tuun, penulisan. Dan pentadwinan al-Qur’an.
  2. Mampu membedakan antara ayat-ayat Makiyah dan madaniyah, kemudian, dapat melihat hubungan antara ayat/ surat, dengan gambling, dapat juga menjelaskan keunggulan Al-Qur’an serta dapat menganalisis buku-buku tafsir.
  3. Mampu dan terampil dalam menjelaskan dan meyakini kebenaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
  1. IV. Topik Inti

  1. Ulum al-Qur’an dan perkembangannya.
    1. Pengertian Al-Qur’an dan Ulum Al-Qur’an.
    2. Ruang lingkup pembahasan Ulum al-Qur’an.
    3. Sejarah Perkembangan Ulum al-Qur’an.
    4. Urgensi mempelajari Ulum al-Qur’an.
    5. Sejarah turun, penulisan dan kodifikasi Al-Qur’an.
      1. Ayat pertama dan terakhir turun.
      2. Tartib Nuzul Al-Qur’an.
      3. Kuttab al-Wahy
      4. Periode penulisan Al-Qur’an
      5. Masa pen-tad-win-an al-Qur’an.
      6. Rasm dan Qira’at Al-Qur’an
        1. Pengertian Rasm Al-Qur’an.
        2. Pendapat ulama tentang rasm Al-Qur’an.
        3. Pengertian Qira’at Al-Qur’an dan macam-macamnya.
        4. Qura’ Al-Qur’an
        5. Pengaruh perbedaan rasm dan qira’at dalam penafsiran
  1. Asbab al-Nuzul
    1. Pengertian  asbab Al- Nuzul
    2. Model ungkapan  asbab Al-Nuzul.
    3. Urgensi dan kegunaan Asbab al-Nuzul.
    4. Al-Makiyah dan al-Madaniyah.
      1. Pengertian Al-Makiyah dan Al-Madaniyah
      2. Klasifikasi ayat-ayat dan surat-surat Al-Qur’an
      3. Cirri-ciri khas ayat-ayat Makiyah dan Madaniyah
      4. Implikasi Makiyah dan Madaniyah dalam penafsiran.
      5. Munasabat Al-Qur’an.
        1. Pengertian dan macam-macam munasabat.
        2. Tartib ayat dan surat.
        3. Urgensi dan kegunaan mempelajarinya.
        4. Al-Muhkamat dan Al-Mutasyabih.
          1. Pengertian al-Muhkamat dan al-Mutasyabih.
          2. Ayat-ayat yang membicarakan munculnya wacana al-Muhkam dan a-Mutasyabih
          3. Pendapat ulama tentang al-Muhkam dan al-Mutasyabih.
          4. Fawatih al-Suwar.
            1. Pengertian fawatih al-Suwar.
            2. Klasifikasi fawatih al-Suwar.
            3. Pendapat para ulama tentang fawatih al-Suwar.
            4. Pengaruh fawatih al-Suwar dalam penafsiran.
            5. I’jaz Al-Qur’an.
              1. Pengertian I’jaz dan keberadaannya.
              2. Aspek utama kei’jazan Al-Qur’an; al-lughawiy dan al-Tasyiri’iy dan sebagainya.
              3. Al-Qur’an mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad SAW.

10.  Al-Israiliyat.

  1. Pengertian Al-Israiliyat.
  2. Sebab dan sumber Al-Israiliyat.
  3. Sikap ulama terhadap al-Israiliyat

11.  Metodologi Tafsir

  1. Pengertian tafsir, ta’wil, dan teremah serta metodenya.
  2. Sumber-sumber tafsir.
  3. Macam-macam tafsir.
  4. Memperkenalkan khazanah kitab-kitab tafsir/ diskusi (pustaka).

  1. V. Referensi

  1. A. Buku Wajib
    1. Al- Zarkasyi, al-Burhan fiy Ulum al-Qur’an.
    2. al-Sayuti, al-Itqanfiy ‘Ulum al-Qur’an.
    3. Shubhiy al-Shalih, Mabahits fiy ‘Ulum al-Qur’an
    4. Manna Khalil Qaththan, Mahabits fiy ‘Ulum al-Qur’an
    5. Al-Zarqaniy, Manahil al-Irfan fi ‘ulum al-Qur’an
    6. Shalah Abdu al-Fatah al-Khalidiy, Ta’rif al-Darisin b al-Manahij al-Mufassir
    7. Abdu al-Satar Fatah Allah Sa’id, al-Madkhal Ila Tafsir al-Maudhu’iy
    8. Mustafa al-Sawir al Juwainiy, Manahij fiy al-Tafsir.
  1. B. Buku Anjuran
    1. Hasbi Al-Shiddiqi, Sejarah dan perkembangan Ilmu Al-Qur’an.
    2. H. Rusydi AM, Lc, M.Ag, Ulum Al-Qur’an I
    3. Zulheldi, Ulum Al-Qur’an

SILABUS MATA KULIAH ULUM AL-HADITS

Mata Kuliah                : Ulum Al-Hadits

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang hadits dan Ilmu Hadits yang meliputi; istilah-istilah pokok hadits dan ilmu hadits, sejarah , kedudukan sebagai sumber ajaran Islam; klasifikasi hadits, inkar al-Sunnah serta pengenalan metode penelitian dan pemahaman hadits.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah

Mahsiswa memahami dan mampu mengungkapkan dalam bahasa sendiri tentang pengetahuan dasar Hadits dan Ilmu Hadits.

  1. III. Indikator Kompetensi

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan ruang lingkup Ilmu Hadits dan Metodologi penelitian dan pemahaman hadits.
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan klasifikasi Hadits.
  3. Mahasiswa mampu menganalisis macam-macam dan klasifikasi Hadits.
  1. IV. Topik dan Sub Topik

  1. Kajian tentang terminology Hadits Sunnah, Khabar, Atsar dan Hadits Qudsiy.
    1. Pengertian secara bahasa dan istilah.
    2. Pendapat yang membedakan hadits dan sunnah.
    3. Unsur pokok hadits dan istilah yang terkait dengannya.
    4. Hadits sebagai sumber ajaran Islam.
      1. Dalil kehujjahan Hadits sebagai sumber ajaran Islam.
      2. Kedudukan dan fungsi hadits dalam ajaran Islam.
      3. Ilmu Hadits
        1. Pengertian
        2. Sejarah pertumbuhan dan pekembangan.
        3. Objek bahasan
        4. Cabang-cabang penting Ilmu Hadits.
        5. Sejarah perkembangan hadits masa pra-kodisifikasi (sahabat dan tabi’in)
        6. Sejarah perkembangan hadits pada masa kodisifikasi.
          1. Pengertian kitabah dan tadwin
          2. Hadits sejak abad II sampai sekarang.
          3. Klasifikasi hadits ditinjau dari berbagai aspeknya.
          4. Klasifikasi hadits ditinjau dari segi kuantitas periwayatnya; mutawatir, ahad, dan mashur serta nilai kehujjahannya masing-masing).
          5. Klasifikasi Hadits ditinjau dari segi kualitas.
            1. Shahih dan Hasan
  • Pengertian
  • Penjelasan syarat-syarat
  • Macam-macamnya
  1. Dhaif
  • Pengertian
  • Gambaran umum sebab-sebab kedha’ifan hadits
  • Peningkatan kualitas dari dhaif ke hasan / shahih
  • Penjelasan sebab-sebab kedhaifan hadits (cacat pada sanad dan selainnya).
  1. Hadits Maudhu’
    1. Pengertian
    2. Kriteria kemaudhu’an hadits
    3. Sejarah kemunculan dan latar belakangnya.
    4. Perkembangannya.

10.  Metode peneriamaan dan penyampaian Hadits dan Ilmu Hadits dan al-Jarh wa al-Ta’dil.

  1. Metode penerimaan dan penyampaian hadits.
  • Pengertian
  • Syarat penerimaan dan penyampaian hadits dan argument yang melandasinya.
  • Metode penyampaian hadits.
  1. Ilmu al-Jarh wa al-Ta’dil.
  • Pengertian
  • Syarat-syarat Jarh wa al- Mu’addil
  • Tingkatan Jarh wa al-Ta’dil secara umum
  • Pertentangan antara Jarh wa al-Ta’dil.

11.  Inkar al-Sunnah.

  1. Pengertian
  2. Sejarah kemunculan dan latar belakangnya.
  3. Argumentasi inkar Sunnah dan bantahan para ahli terhadap argumentasi tersebut.
  4. Inkar Al-Sunnah di Indonesia

12.  Pengenalan metode penelitian Hadits.

  1. Pengenalan kitab-kitab hadits standar.
  2. Cara praktis mencari hadits.

13.  Pengenalan metode pemahaman Hadits.

  1. Metode pemahaman tahliliy dan maudhu’iy
  2. Sumber pemahaman hadits; tekstual dan kontekstual.
  3. Pendekatan pemahaman hadits; historis, sosiologis, antropologis, psikologis dan lain-lain.
  1. V. Referensi

  1. 1. Abd al-Rahman ibn Abiy Bakr al-Sayutiy, Tadrib al-Rawiy Syart Taqrib al-Nawawiy’.
  2. 2. Abd al-Muhdiy’ Abd al-Qadir Abd al-Hadiy, Thuruq Takhrij Hadits Rasul Allah SAW. Rayat wa Tanzila.
  3. 3. Al-hasan al-‘Ilmiy, Manhaj Fiqh al-Sunnah al-Nabawiyah Dirayat wa Tanzila.
  4. 4. Al-Shathibiy, al-Muwafakaf fiy Ushul al-Syari’ah, II/V.
  5. 5. Al-Amidy, al-Ihkam fiy Ushul al-Ahkam, I
  6. 6. Al-Sarakhsiy, al-Muharrar fiy Ushul al-Fiqh, I dan II.
  7. 7. Al-Syamiy, al-Sunnah al-Nabawiyah wa matah’in al-Mubtadi’ah Fiha.
  8. 8. Al-Hakim, Ma’rifat ‘Ulum al-Hadits.
  9. 9. Buchari M, Metode Pemahaman Hadits sebuah Kajian Hermeunetik.
  10. 10. , Kaidah ke Shahih-an Matan Hadits.

11. Edi  Safri, Imam al-Syafi’iy: Metode penyelesaian Hadits-hadits Mukhtalif.

12. Imtiyaz Ahamd, The Significance of Sunna and Hadith and Thei Early Documentation.

13. Mahmud al-Tahhan, Ushulu al-takhrij wa Dirasat al-Asanid.

14. Makiy’ Aqlanah, al-Nuzum al-ta’limiyah fiy al-Qarn al-Tsalatsat al-Ula.

15. Muhammad Thahir al-Jawabiy, Judud al-Muhadditsin fiy Naqd Matn al-Hadits al-Nabawiy al-Syarif.

16. Muhammad al-Mushthafa al-Azhamiy, studies in Early Hadith and Literature.

17. Muhammad ‘Ajjaj al Khatib, al-Sunnah Qabla al-tadwin

  1. 18. , Ushul al-Hadits Ulumuhu wa Musthalahuhu.

19. Muhammad ibn Isma’il al-Ami al-Husainiy al-Shan’aniy Tahwih al-Afka li Ma’aniy Tanqih al-Anzhar.

20. Muhammad ibn Idris al-Syafi’I, Al-Umm, Juz VII.

21. Muhammad Ibn Ja’fa al-Kattaniy, Al-isalat al-Mustafiat li Bayan Masyhur Kutub al-Sunnah

22. Musthafa al-Siba’iy, Al-Sunnat wa makanatuhu fiy al-Tasyri’ al-Islamiy.

23. Nur al-Din al-‘Itr, Manhaj al-Naqd fiy ‘Ulum al-Haidts.

  1. 24. ,al-Madkhal ila ‘Ulum al-Hadits.

25. Rif’at Fawziy Abd al-Muthathalib, Tawtsiq al-Sunnat fiy al-Qarn al-Tsaniy al-Hijriy: Ushusuhu wa Ittijahatuhu.

26. Sa’d ibn ‘Abd Allah  Alu Humayd, Thuuq Takhrij hadits Rasul Allah

27. Shalah al-Din Al-Idlibiy, Manhaj Nqd al-Matn ‘Inda “ Uluma al-Hadits

28. Shubhy al-Shalih, Ulum al-Hadits wa Musththalahuhu: “ardh wa Dirasat,..

29. Ulum al-Hadits li ibn al-Salah.

30. “Umar ibn Hasan “Ustman Falatah al- Wadh’ fiy al-hadits, Juz I

SILABUS MATA KULIAH METODOLOGI STUDI ISLAM I

Mata Kuliah                : Metodologi Studi Islam I

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Memberikan wawasan dan pengetahuan tentang Islam/ studi Islam secara menyeluruh kepada mahasiswa sebagai intelektual/ calon intelektual muslim sehingga dapat menjelaskan dan memahami urgensi, peranan, potensi agama Islam, potensi Islam dalam system kehidupan dan dimensi-dimensi Islam serta aspek-aspek pemikiran Islam.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah

  1. Menjelaskan urgensi Studi Islam dalam berbagai permasalahannya.
  2. Menjelaskan kedudukan dan fungsi agama dalam system kehidupan.
  3. Menjelskan potensi-potensi Islam sebagai pedoman dalam kehidupan.
  4. Menelaah/ melakukan pengkajian tentang Islam dalam berbagai dimensi dan aspeknya secara optimal.

  1. III. Indikator Kompetensi

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan urgensi Studi Islam dalam berbagai permasalahanya.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis fungsi, unsure, dan tujuan agama dalam sistem kehidupan.
  3. Mahasiswa mampu mendeskripsikan/ menganalisis potensi-potensi Islam dalam kehidupan dan menjawab tantangan zaman.

Mahasiswa mampu melakukan penelaahan Islam dalam berbagai dimensinya secara utuh.

  1. IV. Topik dan Sub Topik.

  1. Urgensi studi islam.
    1. Pengertian dan urgensi studi Islam dalam berbagai permaslahannya.
    2. Tujuan dan pendekatan studi Islam
    3. Pertumbuhan Studi Islam.
    4. Peranan Agama Islam dalam kehiduan budaya manusia.
      1. Pengertian dan peranan agama dalam budaya manusia.
      2. Kedudukan dan fungsi agama dalam system budaya dan peradaban modern.
      3. Potensi Islam dalam kehidupan dalam menjawab tantangan.
        1. Pengertian universalitas, otensitas dan dinamika ajaran Islam.
        2. Al-Qur’an sebagai sumber dasar nilai dan norma dalam Islam.
        3. Sunnah sebagai sumber dasar operasional nilai dan norma dalam Islam.
        4. Ijtihad sebagai sumber dinamika nilai dan norma Islam.
        5. Dimensi dan aspek ajaran serta pemikiran Islam.
          1. Dimensi Islam.
          2. Iman, Islam (syariah) dan Ihsan.
          3. Aspek-aspek ajaran dan pemikiran Islam.
            1. Aspek moral spiritual.
            2. Aspek politik.
            3. Aspek teologi.
            4. Aspek filsafat.
            5. Aspek tasawuf
            6. Aspek hukum.
            7. Aspek lembaga kemasyarakatan.
            8. Aspek pembaharuan.
            9. Aspek sejarah.

10.  Aspek ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi.

  1. V. Referensi

  1. Buku Wajib
    1. Abuddinnata, Metodologi Studi Islam, 2001.
    2. Amin Abdullah, Studi Agama: Normativitas atau Historitas, 1996.
    3. M. Atho’ Mudzhar, Pendekatan Studi Islam dalam teori dan praktek, 1998.
    4. Ending Safuddin Anshari, Wawasan Islam, 1999.
    5. Harun Nasution, Islam ditinjau dari berbagai aspeknya, I dan II.
    6. Mulyanto Sumardi (ed), penelitian Agama Masalah dan Pemikiran.
    7. Taufikm Abdullah dan Rusli Karim (ed), Metodologi Penelitian Agama.
  1. Buku Anjuran
    1. Atang Abdul Hakim dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, 2000.
    2. M. Atho’ Mudzhar, Penelitian Agama dan Keagamaan, P3M
    3. Imam Suprayogo dan Tabrani Metodologi Penelitian Sosial Agama., 2001.
    4. Mahmud Syaltout, Islam Akidah wa Syari’ah.
    5. Muhaimin Tdjad dan Abdul Mudjib, Dimensi-dimensi Studi Islam, 1999.
    6. Mukti Ali, Metode Memahami Agama Islam.
    7. M. Yusuf Musa, Islam Suatu Kajian Komprehensif.
    8. Nasikum, Pokok-pokok Agama Islam.
    9. Rasniati Hakim, Metoldologi Islam I, 2000.
    10. , Pengantar Studi Islam, 2002

SILABUS MATA KULIAH METODOLOGI STUDI ISLAM I

Mata Kuliah                : Metodologi Studi Islam II

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Memberikan wawasan dan pengetahuan tentang Islam/ studi Islam secara menyeluruh kepada mahasiswa sebagai intelektual/ calon intelektual muslim sehingga dapat menjelaskan dan memahami urgensi, peranan, potensi agama Islam, potensi Islam dalam system kehidupan dan dimensi-dimensi Islam serta aspek-aspek pemikiran Islam.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah

  1. Menjelaskan urgensi Studi Islam dalam berbagai permasalahannya.
  2. Menjelaskan kedudukan dan fungsi agama dalam system kehidupan.
  3. Menjelaskan potensi-potensi Islam sebagai pedoman dalam kehidupan.
  4. Menelaah/ melakukan pengkajian tentang Islam dalam berbagai dimensi dan aspeknya secara optimal.

  1. III. Indikator Kompetensi

  1. 1.     Mahasiswa mampu menjelaskan urgensi Studi Islam dalam berbagai permasalahanya.
  2. 2.     Mahasiswa mampu menganalisis fungsi, unsure, dan tujuan agama dalam sistem kehidupan.
  3. 3.     Mahasiswa mampu mendeskripsikan/ menganalisis potensi-potensi Islam dalam kehidupan dan menjawab tantangan zaman.
  4. 4.     Mahasiswa mampu melakukan penelaahan Islam dalam berbagai dimensinya secara utuh.

  1. IV. Topik dan Sub Topik

  1. Islam sebagai sasaran studi dan penelitian.
    1. Pengertian Islam sebagai sasaran studi.
    2. Agama sebagai gejala budaya dan gejala social.
    3. Islam sebagai wahyu dan produk sejarah
    4. Studi Islam di berbagai perguruan tinggi dunia.
    5. Pembidangan Ilmu Agama Islam.
    6. Penelitian
      1. Pengertian penelitian/ penelitian agama.
      2. Macam-macam dan jenis penelitian.
      3. Penelitian sejarah.
      4. Penelitian pendidikan.
      5. Penelitian hukum.
      6. Penelitian sosial.
      7. Penelitian tafsir.
      8. Penelitian hadits.
      9. Penelitian fiqh

10.  Penelitian pemikiran Islam.

11.  Penyusunan desain penelitian agama.

12.  Pengenalan langkah-langkah penelitian (masalah, teori, metode dan hasil)

13.  Pengenalan penyusunan penelitian.

14.  Laporan penelitian.

  1. Contoh studi Islam dengan berbagai pendekatan.
    1. Studi Islam dengan pendekatan teologis/ normatif.
    2. Studi Islam dengan pendekatan sejarah.
    3. Studi Islam dengan pendekatan fisiologi dan arkeologi.
    4. Studi Islam dengan pendekatan sosiologi dan antropologi.
    5. Studi Islam dengan pendekatan psikologi.
  1. V. Referensi

  1. Buku Wajib
    1. Abuddinnata, Metodologi Studi Islam, 2001.
    2. Amin Abdullah, Studi Agama: Normativitas atau Historitas, 1996.
    3. M. Atho’ Mudzhar, Pendekatan Studi Islam dalam teori dan praktek, 1998.
    4. Ending Safuddin Anshari, Wawasan Islam, 1999.
    5. Harun Nasution, Islam ditinjau dari berbagai aspeknya, I dan II.
    6. Mulyanto Sumardi (ed), penelitian Agama Masalah dan Pemikiran.
    7. Taufikm Abdullah dan Rusli Karim (ed), Metodologi Penelitian Agama.
  1. Buku Anjuran
    1. Atang Abdul Hakim dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, 2000.
    2. M. Atho’ Mudzhar, Penelitian Agama dan Keagamaan, P3M
    3. Imam Suprayogo dan Tabrani Metodologi Penelitian Sosial Agama., 2001.
    4. Mahmud Syaltout, Islam Akidah wa Syari’ah.
    5. Muhaimin Tdjad dan Abdul Mudjib, Dimensi-dimensi Studi Islam, 1999.
    6. Mukti Ali, Metode Memahami Agama Islam.
    7. M. Yusuf Musa, Islam Suatu Kajian Komprehensif.
    8. Nasikum, Pokok-pokok Agama Islam.
    9. Rasniati Hakim, Metoldologi Islam I, 2000.
    10. , Pengantar Studi Islam, 2002

11.  Sayuti ali, Metodologi penelitian Agama, 2000.

SILABUS MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Mata Kuliah                : Pendidikan Kewarganegaraan

Kode Mata Kuliah      :

Komponen                  : MKB (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan)

Fakultas                       : Ushuluddin

Jurusan                        : Psikologi Islam

Program Studi             : S1

Bobot                          : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Pendidikan kewarganegaraan adalah mata kuliah yang baru muncul sebagai respons terhadap perubahan politik dan wacana peradaban baru. Mata kuliah ini memuat materi pokok, prinsip-prinsip kewarganegaraan yang berlaku universal, kemudian dimodifikasikan dengan situasi Indonesia. Materinya meliputi unsure pokok tentang idetitas nasional, Negara, kewaganegaraan, konstitusi, demokrasi, ekonomi, daerah, good gonenance, HAM, dan masyarakat madani.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah
    1. Memilki kecakapan dan kemampuan penguasaan pengetahuan kewarganegaraan seperti identitas nasional, Negara, kewaganegaraan, konstitusi, demokrasi, ekonomi, daerah, good gonenance, HAM, dan masyarakat madani.
    2. Punya kecakapan dan kemampuan sikap kewarganegaraan yakni pengakuan kesetaraan, toleransi, kebersamaan, keragaman, kepekaan terhadap masalah warga Negara antara lain masalah demokrasi dan HAM.
    3. Punya kecakapan dan kemampuan mengartikulasikan keterampilan kewarganegaraan seperti kemampuan berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan public, kemampuan melakukan control terhadap penyelenggaraan Negara dan pemerintah.
  1. III. Indikator Kompetensi
    1. Mampu menjelaskan pentingnya identitas nasional, Negara, kewaganegaraan, konsttusi, demokrasi, ekonomi, daerah, good gonenance, HAM, dan masyarakat madani.
    2. Mampu menganalisa dinamika demokrasi, konstitusi, HAM dan masyarakat madani dalam berbagai ruang dan waktu.
    3. Mampu menaganalisa kebijakan yang berkaitan dengan demokrasi, HAM, otonomi daerah dan konstitus.
    4. Menyadari pentingnya hak dan kewajiban warga Negara, identitas nasional, kewaganegaraan, konstitusi, demokrasi, ekonomi, daerah, good gonenance, HAM, dan masyarakat madani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
    5. Bangga menjadi bangsa Indonesia dan memiliki komitmen untuk membelanya.
    6. Menghargai HAM, keragaman, mengakui kesetaraan, toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
    7. Mampu mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah (untuk mewujudkan good governance), penegakan HAM, pelaksanaan otonomi daerah dan demokrasi.
    8. Mampu mengontrol penyelenggaraan Negara dan pemerintahan.
    9. Berpartisipasi dalam dalam penegakan HAM, proses demoikrasi, perumusan dan pelaksanaan kebijakan politik.
  1. IV. Topik Inti
    1. Identitas Nasional.
    2. Negara
    3. Kewarganegaraan
    4. Konstitusi
    5. Demokrasi
    6. Otonomi daerah
    7. Good governance
    8. HAM
    9. Masyarakat madani.
  1. V. Referensi
    1. Buku wajib

TIM ICCE UIN Jakarta, Pendidikan Kewarganegaaan, Jakarta, ICCE UIN Jakarta, 2003 (edisi revisi).

  1. Buku Anjuran
    1. Muhammad A.S. Hikam, Politik Kewarganegaraan, Jakarta, Erlangga, 1999.
    2. Azyyumardi Azra, Menuju Masyaakat Madani, Bandung, Rasda Karya, 1999.
    3. E. Syaifullah Fatah, Penghianatan Demokrasi “Ala Orde Baru”, Jakarta, 1999.
    4. Malik Haramain, mengawal transisi, Jakarta, JAMPPI-PBPMII-UNDP, 2000.
    5. Puslit IAIN Jakarta, Pendidikan Kewargaan, Jakarta, IAIN Press Jakarta. 2000
    6. Budiarjo, Meriam, Dasar-dasar Ilmu Politik.

SILABUS MATA KULIAH

MATA KULIAH                  : KESEHATAN MENTAL

KODE MATA KULIAH     :

KOMPONEN                                    : JURUSAN

FAKULTAS                          : USHULUDDIN

JURUSAN                             : PSIKOLOGI ISLAM

PROGRAM STUDI             : S1

BOBOT                                  : 2 SKS

  1. I. SINOPSIS MATA KULIAH

Memberikan wawasan tentang keseimbangan mental dan penyesuaian diri, jenis-jenis gangguan mental, serta kaitan antara ajaran Islam dengan kesehatan mental.

  1. II. KOMPETENSI MATA KULIAH

  1. Mahasiswa memahami keseimbangan mental dan penyesuaian diri; serta kaitan ajaran Islam dengan kesehatan mental.
  2. Mahasiswa memahami dan mengidentifikasi jenis-jenis gangguan mental.
  3. Mahasiswa dapat menghubungkan kesehatan mental dengan ajaran Islam
  4. Mahasiswa dapat mengintegrasikan kesehatan mental dengan agama.
  1. INDIKATOR KOMPETENSI
  1. Mampu menjelaskan keseimbangan mental dan penyesuaian diri.
  2. Mampu menjelaskan hubungan antara kesehatan mental dengan ajaran Islam
  3. Mampu mengidentifikasi jenis-jenis gangguan mental.
  4. Mampu mengaplikasikan di dalam perilaku yang sehat.
  1. IV. TOPIK DAN SUB TOPIK
  1. Pengertian dan konsep kesehatan mental.
    1. Pengertian kesehatan mental
    2. Konsep kesehatan mental.
    3. Kebutuhan manusia dan hubungannya dengan kesehatan mental.
      1. Kebutuhan fisik
      2. Kebutuhan psikologis
      3. Hubungan kebutuhan fisik dengan psikologis dengan kesehatan mental.
      4. Emosi
        1. Pengertian
        2. Perbedaan emosi dengan perasaan.
        3. Ekspresi emosi
        4. Stress
          1. Pengertian
          2. Perbedaan stress dengan depresi dengan kecemasan
          3. Tahap stress
          4. Penyebab stress
          5. Ajusment dan adaptasi (penyesuaian diri).
            1. Pengertian
            2. Aspek penyesuaian diri
            3. Penyesuaian diri yang wajar/ sehat.
            4. Penyesuain diri yang tidak wajar dan faktor yang mempengaruhinya.
              1. Pengertian
              2. Faktor-faktor yang mempengaruhinya.
              3. Macam-macam gangguan kejiwaan/ mental.
                1. Pengertian.
                2. Macam-macamnya
  • Neurosis
  • Hysteria
  • Neurasthenia.
  1. Macam-macam penyakit kejiwaan/ mental.
    1. Pengertian
    2. Macam-macamnya
  • Psikopati
  • Kelainan seksual
  • Schizophrenia
  • Paranoia
  1. Ajaran Islam sebagai Psikoterapi
    1. Pengertian
    2. Tidak mencintai dunia.
    3. Qana’ah
    4. Pengaruh Iman pada Allah, pada Malaikat, Rasul, terhadap Kesehatan Mental.
      1. Pengaruh Iman kepada Allah terhadap kesehatan mental.
      2. Pengaruh Iman kepada Malaikat terhadap kesehatan mental.
      3. Pengaruh Iman kepada Rasul terhadap kesehatan mental
      4. Pengaruh Iman kepada Kitab, Hari akhirat, Taqdir, terhadap Kesehatan Mental.
        1. Pengaruh Iman kepada Kitab  terhadap kesehatan mental
        2. Pengaruh Iman kepada Hai Akhir terhadap kesehatan mental
        3. Pengaruh Iman kepada Taqdir terhadap kesehatan mental
        4. Hubungan antara Ibadah dengan Kesehatan Mental.
          1. Pengertian.
          2. Jenis Ibadah
          3. Kaitan antara ibadah secara umum dengan kesehatan mental.
          4. Shalat dan Kesehatan Mental.
            1. Pengertian
            2. Manfaat shalat bagi fisik.
            3. Hubungan antara shalat dengan kesehatan mental.
            4. Puasa dan Kesehatan Mental.
              1. Pengertian
              2. Manfaat Puasa bagi fisik
              3. Hubungan puasa dengan kesehatan mental.
              4. Zakat dan Kesehatan Mental.
                1. Pengertian
                2. Jenis barang yang dizakatkan.
                3. Hikmah zakat dan manfaatnya bagi muzaki
                4. Haji dan Kesehatan Mental.
                  1. Pengetian
                  2. Rukun dan wajib haji
                  3. Hubungan haji dengan kesehatan mental.
                  4. Do’a dan Kesehatan Mental.
                    1. Pengertian
                    2. Klasifikasi do’a yang diucapkan.
                    3. Persyaatan do’a
                    4. Hubungan antara do’a dengan Kesehatan Mental.
  1. V. REFERENSI

Buku Wajib

Abdul ‘Aziz El-Quusiy. Trj. Zakiah Darajat. Pokok-pokok Kesehatan Jiwa/ Mental.

Bart Smet. Psikologi Pendidikan.

Hamid ‘Abd al-Salam Zuhri. Al-Shihhah al-Nafsiyyah wa al-‘Ilaj al-Nafsiy,

Scheider, AA. Personal Adjustment and Mental Health

Tallen, Norman, Psycology of Adjustment

Musthafa Fahmi. Trj. Zakiah darajat, Kesehatan Jiwa I-III

, terj.                         , Penyesuaian Diri.

Zakiah darajt, Kesehatan Mental.

, Islam dan kesehatan Mental

, Shalat

, Zakat

, Puasa

, Haji, ibadah yang unik

, Do’a menunjang Semangat Hidup

Buku Anjuran

‘Aidh al-Qarni. La Tahzan

Abdul Mujib dan Yusuf Mudzakir, Nuansa-nuansa Psikologi Islam

Hasan Langgulung. Kesehatan Mental.

Mujtaba Musawi Lari. Psikologi Islam trj.

Muhammad Ibrahim al-Fayumi. Al-Qalaqu al-Insani: Mashadiruh, Tayyaratuh, ‘Ilaj al-Din Lah.

SILABUS MATA KULIAH

MATA KULIAH                  : METODE PENELITIAN PSIKOLOGI ISLAM

KOMPONEN                                    : JURUSAN

FAKULTAS                          : USHULUDDIN

JURUSAN                             : PSIKOLOGI ISLAM

SEMESTER                          : VI

PROGRAM STUDI             : S1

BOBOT                                  : 2 SKS

  1. I. SINOPSIS MATA KULIAH

Memberikan wawasan tentang perbedaan pendekatan yang mendasar antara Psikologi barat dan Psikologi Islam. Cara memperoleh pengetahuan dalam Psikologi Islam, pemanfaatan Metode Tafsir Tematik dan Hadits Tematik dan Pemahaman Haidts untuk Psikologi Islam, Konsep-konsep Psikologi Islam yang disyaratkan al-Qur’an dan Hadits, cara penelitian tasawuf, dan penggunaan model pengukuran Psikologi Barat untuk Psikologi Islam.

II.  KOMPETENSI MATA KULIAH

  1. Mahasiswa memahami pebedaan yang mendasar antara pendekatan antara psikologi Barat dengan Psikologi Islam.
  2. Mahasiswa memahami pemanfaatan Metode Tafsi Tematik untuk Psikologi Islam.
  3. Mahasiswa memahami pemanfaatan Metode Hadits Tematik dan Pemahaman Hadits untuk Psikologi Islam.
  4. Mahasiswa memahami konsep-konsep Psikologi Islam yang terampil dari Al-Qur’an dan hadits
  5. Mahasiswa memahami pengukuran psikologis yang dapat digunakan untuk pengukuran peilaku.

III. INDIKATOR KOMPETENSI

  1. Mampu menjelaskan pebedaan yang mendasar antara pendekatan Psikologi Barat dengan Psikologi Islam.
  2. Mampu memahami dan menjelaskan pendekatan yang digunakan untuk penelitian Psikologi Islam.
  3. Mampu mengidentifikasi metode penelitian psikologi Islam.
  4. Mampu menggunakan metode Tafsir Tematik untuk Psikologi Islam.
  5. Mampu menggunakan metode Hadits Tematik dan Pemahaman Hadits untuk Psikologi Islam.
  6. Mampu merumuskan konsep sederhana Psikologi Islam dari Al-Qur’an dan Hadits, dan mampu penelitian tasawuf yang dilakukan oleh para ulama terdahulu.
  7. Mampu memilih alat uku untuk pengukuran psikologis.
  8. Mampu mengembangkan alat ukur psikologis untuk Psikologi Islam secara sederhana.

IV. TOPIK DAN SUB TOPIK

  1. Pendekatan-pendekatan dalam Psikologi Barat kontenporer.
    1. Pendekatan nourobiologi
    2. Pendekatan perilaku.
    3. Pendekatan kognitif
    4. Pendekatan psikoanalisis.
    5. Pendekatan fenomenologi
    6. Pendekatan Psikologi Islam
    7. Perbedaan pendekatan yang mendasar.
    8. Pendekatan dalam Psikologi Islam dan perbedaan yang mendasar antara Psikologi Barat kontenporer dan Psikologi Islam.
      1. Pendekatan Psikologi Islam.
      2. Perbedaan pendekatan anatara Psikologi Barat Kontenporer dengan Psikologi Barat kontenporer dengan Psikologi Islam.
      3. Penggunaan Metode Tafsir untuk mengkaji Psikologi Islam.
        1. Metode Tahlili
        2. Metode Muqran (pebandingan).
        3. Metode Maudhu’iy (tematik).
        4. Keutamaan dan kelemahan dari masing-masing metode.
        5. Metode Tafsir Maudhu’iy untuk mengkaji Psikologi Islam.
          1. Langkah-langkah dalam Tafsir Maudhu’iy
          2. Merumuskan konsep.
          3. Aplikasi
          4. Aplikasi
          5. Penggunaan Hadits untuk mengkaji Psikologi Islam.
            1. Cara memilih Hadits
            2. Cara mencari Hadits
            3. Pemahaman Hadits
            4. Aplikasi
            5. Aplikasi

10.  Penelitian Tasawuf oleh ulama terdahulu.

  1. Penelitian Al-Ghazali.
  2. Penelitian Ibnu ‘Arabi
  3. Penelitian ulama kontenporer.

11.  Pengukuran kepribadian dalam Psikologi Barat

  1. Pengertian pengukuran
  2. Model pengukuran kepibadian.

12.  Memasukkan konsep iman dalam pengukuran kepribadian

  1. Aspek-aspek iman.
  2. b. Aplikasi iman dalam pengukuan kepribadian.

V.   REFERENSI

Al-Munajjid, Muhammad Salih, Islam Treatment for Anxiety and Worry,    Riyadh: international Islamic Publishing House, 1420 H/1999 M.

Nizar, Hayati. Pemahaman Nilai-Nilai Keagamaan pada Remaja di sumatera Barat, disertasi tidak diterbitkan pada IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 1992.

Samuel A. Stouffer at. All. Measurement and Prediction, London: Princeton University Press, 1980.

Suryabrata, Sumadi. Pengembangan Alat Ukur Psikologi, Yogyakarta: Andi, 2000

Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Wensink. Mu’jam al-Mufahras fi al-Hadits.

SILABUS MATA KULIAH

MATA KULIAH                  : PSIKOLOGI AGAMA

KOMPONEN                                    : JURUSAN

FAKULTAS                          : USHULUDDIN

JURUSAN                             : PSIKOLOGI ISLAM

SEMESTER                          : V

PROGRAM STUDI             : S1

BOBOT                                  : 2 SKS

Tujuan

Memberikan wawasan tentang pengertian Psikologi Agama, kebeadaan dan metode penelitiannya, motif manusia beragama, pengaruh lingkungan terhadap keberagaman, perkembangan jiwa agama manusia, konversi agama, keberagaman yang sehat dan sakit.

Pokok Bahasan

  1. Pengenalan umum tentang Psikologi Agama: pengertian, objek kajian, ruang lingkup, manfaat studi.
  2. Sejarah perkembangan Psikologi Agama.
  3. Metode Penelitian Psikologi Agama.
  4. Motivasi manusia beragama.
  5. Pengalaman beragama.
  6. Keberagamaan anak-anak dan remaja.
  7. Keberagamaan orang dewasa dan oang tua.
  8. Pengaruh lingkungan terhadap keberagamaan.
  9. Kematangan beragama.

10.  Konversi agama.

11.  Mistisme

12.  Do’a

13.  Agama dan Kesehatan Mental

Referensi

Abdul Mun’im al-Malighiy, 1995, Tathawwur al-Syu’ur al-Din ‘ind alThif wa al-Murahiq, Kairo: Dar al-Ma’arif

Hayati Nizar, 2003, Psikologi Agama, Padang IAIN IB Press.

Jaladuddin, 2004, Psikologi Agama, Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Nico Sykur Dister, 1982, Pengalaman dan Motivasi Beragama (pengantar Psikologi Agama), Jakarta: Leppenas.

, 1989, Psikologi Agama, Jakarta: BPK Gunung Mulia

Robert H, Thouless. Terj. Mavhnun Husein, 2000, Pengantar Psikologi, Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Zakiah Darajat, 1984, Psikologi Agama, Jakarta: Bulan Bintang.

William James, terj. Gunawan Admiranto, 2004, Perjumpaan dengan Tuhan, agam Pengamalan religious Manusia, bandung: Mizan Pustaka.

Suruin, 2004, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

W. H. Clark, 1968, the Psychology, New York: The Macmillan Company.

SILABUS MATA KULIAH

MATA KULIAH                  : PSIKOLOGI SOSIAL

KOMPONEN                                    : JURUSAN

FAKULTAS                          : USHULUDDIN

JURUSAN                             : PSIKOLOGI ISLAM

PROGRAM STUDI             : S1

BOBOT                                  : 2 SKS

KOMPETENSI

Mahasiswa memahami perkembangan teoi Psikologi sosial, ruang lingkup kajian yang berkembang didalamnya, dan keterkaitannya dengan disiplin ilmu lainnya serta mahasiswa menguasai konsep-konsep dasar dalam Psikologi Sosial dan menggunakannya dalam mengidentifikasi gejala-gejala tingkah laku social dalam masyaakat berdasarkan pada beberapa teoi dan pandangan tokoh dalam Psikologi Sosial. Kemudian mahasiswa mampu mengintegasikannya dengan kajian keislaman.

INDIKATOR KOMPETENSI

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan pekembangan teori-teori Psikologi Sosial.
  2. Mampu menjelaskan ruang lingkup kajian Psikologi Sosial serta keterkaitannya dengan ilmu lain.
  3. Mampu menjelaskan beberapa teori yang berkaitan dengan Psikologi Sosial dan menggunakannya dalam mengidentifikasi gejala-gejala tingkah laku sosial.
  4. Mampu mengintegasikan topik kajian dari Psikologi Sosial dengan kajian kislaman berdasrkan infomasi dari Al-Qur’an dan Hadits.

TOPIK

  1. Grans Theories Psikologi Sosial.
  2. Derivatif Theory Psikologi Sosial.
  3. Daya tarik interpersonal.
  4. Hubungan yang erat ( elationship).
  5. Perilaku Sosial Prosocial and attruisme, Agresifitas)
  6. Pengaruh Sosial (soial influence).
  7. Perilaku dalam kelompok.
  8. Psikologi Sosial tentang isu gender( social identy: Establihing one’s Selt and Gender).
  9. Psiko-sosial dan Lingkungan.

10.  Psiko-Sosial dan psikologi lintas budaya.

11.  Konflik social.

12.  Psiko-sosial dengan hukum, kriminalitas dan Defiensi Moral

13.  Integasi Psikososial dengan ajaan Agama (kelompok)

14.  Integrasi Psikososial dengan ajaran Islam (lingkungan sosial).

15.  Integrasi Psikoanalisa dengan Ajaan Islam (prasangka)’

16.  Intgrasi social dengan ajaran Islam (kriminalitas).

STRATEGI PEMBELAJARAN

  1. Kegiatan Dosen

Ceramah

Diskusi dan persentasi.

  1. Kegiatan Mahasiswa.

Membuat makala

Diskusi dan persentasi.

TEKNIK PENILAIAN

Penilaiaanberdasarkan skor komposit dari skor :

  1. Midsmester
  2. Paper/ lapoan
  3. Pesentasi
  4. Ujian akhir

REFERENSI

  1. Abdul M & J.M Nuanmsa-nuansa Psikologi Islam j. Prs Jkt 2002.
  2. Ayala P, Christina M Experience Ssial Psykology (Reading and Project).
  3. Bimo Walgito, Psikologi Sosial, Yogyakarta ANDI, 2003
  4. Djammaluddin Acok, Psikologi Terapan, Yogyakata Darussalam 2004
  5. Djamaluddin & fuat Nashori Psikologi Islam Yogyakarta Pustaka Pelajar. 2005
  6. John C . Howad G. intergroup. Bsehaviour. Basil Blackwell USA, 1985
  7. John W, Berry dkk Psikologi Lintas Budaya, Gramedia, Jakarta 1999
  8. Kartini K. Patologi Sosial 3 Rajaw Per Jkt 2002.
  9. Robert a Baron, Dona Byrne Social Psychologi. Allya and bacon a Viacom

10.  Russel. V, Daniel A. Enviiment.

11.  Sarwono Sarlito. W. Teori-teori Psikologi Sosial, Jakarta Rajawali.1991

12.  Sears David O Freedman, J.L, Anne Paplau, Psikologi Sosial. Jilid I,II, Erlangga Jakata 1994

13.  Stanley W.S, Donald R.M Applied social Psychologi A. Viacom Company Pretice Hall. 1997.

SILABUS MATA KULIAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN I

MATA KULIAH                  : PSIKOLOGI PERKEMBANGAN I

KOMPONEN                                    : JURUSAN

FAKULTAS                          : USHULUDDIN

JURUSAN                             : PSIKOLOGI ISLAM

PROGRAM STUDI             : S1

BOBOT                                  : 3 SKS

Tujuan

Agar mahasiswa mengetahui dan memahami konsep dasar pekembangan manusia menurut berbagai teori disertai periodisasi perkembangan dalam rentang kehidupan manusia, khususnya fisik-motorik, dan emosi-sosial.

Pokok bahasan.

  1. Pengertian dan uang lingkup Psikologi Perkembangan I
  2. Tujuan dan Manfaat mempelajari Psikologi Perkembangan.
  3. Prinsip-prinsip pekembangan menurut Paul Baltes, Jean Baltes, Jean Paget dan Elizabeth Hurlock.
  4. Prinsip-prinsip perkembangan menurut sumber keislaman
  5. Pebedaan dan persamaan prinsip perkembangan dengan berbagai pendekatan.
  6. Teori perkembangan manusia menurut Sigmund freud.
  7. Teori perkembangan manusia menurut Jean Piaget.
  8. Teori perkembangan manusia menurut Erik H. Erikson.
  9. Konsep perkembangan manusia dalam Al-Qur’an dan Hadits

10.  Pengaruh faktor herediter terhadap pekembangan.

11.  Pengaruh faktor lingkungan terhadap perkembangan.

12.  Interaksia antara herediter dan lingkungan terhadap perkembangan.

13.  Pengaruh takdir terhadap perkembangan.

14.  Awal mula kehidupan manusia menurut konsep Barat.

15.  Awal mula kehidupan manusia menurut sumber keislaman.

16.  Pebedaan awal mula kehidupan manusia menurut konsep Barat Dan Islam

17.  Perkembangan fisik pra lahir.

18.  Perkembangan psikis pra lahi.

19.  Kondisi yang mempengaruhi perkembangan pra lahir.

20.  Perkenngan fisik- motorik pada periode tahun pertama.

21.  Pekembangan kognitif pada periode tahun pertama

22.  Perkembangan emosi-sosial pada periode tahun pertama.

23.  Perkenngan fisik- motorik pada periode batita.

24.  Pekembangan kognitif pada periode batita

25.  Perkembangan emosi-sosial pada periode batita

26.  Perkenngan fisik- motorik pada periode pra sekolah.

27.  Pekembangan kognitif pada periode pra sekolah

28.  Perkembangan emosi-sosial pada periode pra sekolah.

29.  Perkenngan fisik- motorik pada periode sekolah

30.  Pekembangan kognitif pada periode sekolah

31.  Perkembangan emosi-sosial pada periode sekolah.

Referensi

  1. Hurloc, E.B. 2005. Perkembangan Anak. Edisi 6. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  2. Hasan, Aliah. Psikologi Perkemabangan.
  3. Monk, Noers, Haditono. Psikologi Perkembangan.
  4. Santock, J.W. 2002. Perkembangan Masa Hidup. Edisi 5. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  5. Santrock, J.W. Child Development.
  6. Papalia, diane E. 2008. Psikologi Perkembangan, edisi 9. Jakarta: Kencana Prenada Media Goup.

SILABUS MATA KULIAH

NAMA MATA KULIAH    : PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

SEMESTER                          : VII

DOSEN                                  : Tuti Rahmi, S.Psi, M, Si, Psikolog.

  1. A. Deskipsi Mata Kuliah

Mata kuliah Psikologi Industri dan Organisasi merupakan salah satu Mata Kuliah yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa calon Sarjana Psikologi. Mata kuliah ini membahas berbagai aplikasi psikologi dalam bidang industri dan oganisasi.

Mata kuliah Psikologi Industri dan Organisasi membahas tentang Sejarah dan ruang lingkup Psikologi Industri, metode penelitian dalam Psikologi dan Organisasi, Motivasi kerja, Perbedaan Individu dalam Organisasi, Trend an masa Depan serta sekilas tentang ergonomic dan Psikologi Konsumen.

  1. B. Tujuan Mata Kuliah

Mata kuliah ini membekali mahasiswa calon Sarjana Psikologi untuk:

  1. Memperluas dan menambah wawasan mahasiswa tentang konsep-konsep Psikologi Industri dan Oganisasi.
  2. Memahami permasalahan-permasalahan yang ada dalam Psikologi Industri dan Organisasi dan alternative pemecahannya melalui penerapan konsep-konsep dalam Psikologi Industri dan Organisasi.
  3. Memahami keterkaitan Psikologi Industri dan Organisasi dengan prilaku organisasi dan pengelolaan SDM.
  1. C. Buku Sumber
    1. Yuwono, dkk. 2005, Psikologi Industri dan Organisasi.
    2. Munandar, AS. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta. UI Press.
    3. Miner, john. B. 1992. Industrial Organizational Psychologi. Singapore, Mc. Graw Hill, Inc.
  1. D. Strategi Perkuliahan.

Perkuliahan dilaksanakan dengan menerapkan beberapa strategi dasar. Antara lain:

  1. Kuliah mimbar dan Tanya jawab
  2. Diskusi kelas.
  3. Tugas mandiri
  4. Tugas kelompok.
  5. Presentasi tugas kelompok.
  1. E. Tugas dan kewajiban Mahasiswa
    1. Secara individual mahasiswa wajib mengikuti kegiatan belajar tatap muka di kelas minimal 80% dari 16 kali tatap muka.
    2. Mahasiswa wajib membuat tugas individual yang diberikan oleh dosen dan mengumpulkannya pada waktu yang telah ditentukan.
    3. Secara kelompok mahasiswa membuat ulasan dengan melampirkan satu kasus yang sesuai dengan topic yang akan dibahas pada minggu tersebut dan salah satu kelompok mempersentasikan hasil ringkasan merekadi depan kelas sesuai dengan jadwal yang ditentukan, kelompok lain menanggapinya.
    4. Secara kelompok mahasiswa melakuakan diskusi tentang materi yang telah dipelajari.
    5. Secara individual maghasiswa mengikuti dan melaksanakan diskusi di kelas.
    6. Secara individual, mahasiswa wajib mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).
  1. F. System Penilaian.
    1. Penghitungan nilai akhir didasarkan pada nilai UTS, UAS dan kelengkapan tugas.
    2. Partisipasi, sikap dan perilaku mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan nilai akhir.
    3. Tugas-tugas yang dianggap salinan (copyan) dari tugas mahasiswa lain tidak akan dinilai, baik aslinya maupun copy-annya.
  1. G. Topik Inti

  1. Pengantar
    1. Orientasi Pekuliahan
    2. Pembahasan Silabus, Metode, Strategi Perkuliahan.
    3. Pembagian Kelompok Belajar.
    4. Sejarah, Letak, dan ruang lingkup.
    5. Metode Penelitian dalam PIO
    6. Motivasi Kerja
    7. Seleksi
    8. UTS
    9. Pelatihan
    10. Dinamika Kelompok
    11. Hubungan Industri dalam Pandangan PIO

10.  Budaya Organisasi

11.  Psikologi Konsumen

12.  Psikologi kerekayasaan

13.  Tren dan Masa Depan

14.  UAS

SILABUS MATA KULIAH

MATA KULIAH                  : BAHASA INDONESIA

KOMPONEN                                    : JURUSAN

FAKULTAS                          : USHULUDDIN

JURUSAN                             : PSIKOLOGI ISLAM

PROGRAM STUDI             : S1

BOBOT                                  : 2 SKS

  1. I. Sinopsis Mata Kuliah

Mata kuliah ini berupaya membina dan mengembangkan keterampilan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai media penyampaian ilmu pengetahuan yang difokuskan pada keterampilan menggunakan bahsa Indonesia tulis baku.

  1. II. Kompetensi Mata Kuliah

  1. Menerapkan EYD pada setiap tulisan.
  2. Menggunakan kata Bahasa Indonesia baku pada karya ilmiah.
  3. Menyusun wacana ilmiah dengan menggunakan kalimat efektif.
  4. Menaganalisa kesalahan pemakaian bahasa pada wacana tulis ilmiah.
  1. III. Indikato Kompetensi
  2. Mampu menerapkan EYD secara tepat dalam Bahasa Indonesia.
  3. Mampu menggunakan kosa kata Bahasa Indonesia baku pada ragam tulis.
  4. Mampu menuangkan gagasan ke dalam bentuk kalimat yang efektif.
  5. Mampu menyusun gagasan kedalam bentuk wacana ilmiah.
  6. Mampu menganalisis kesalahan pemakaian bahasa Indonesia pada ragam tulis Ilmiah.
  1. IV. Topik dan Sub Topik
    1. Pengantar
      1. Sejarah perkembangan Bahasa Indonesia.
      2. Fungsi Bahasa Indonesia
      3. Kedudukan Bahasa Indonesia.
      4. Bahasa Indonesia Ragam Ilmu
      5. Penerapan EYD
        1. Pemakaian dan penulisan huruf.
        2. Penulisan kata
        3. Penulisan unsure serapan.
        4. Koreksi kesalahan penerapan EYD.
        5. Penggunaan Bahasa Indonesia Baku
          1. Pengertian
          2. Ciri-ciri bahasa Indonesia Baku.
          3. Penggunaan kosakata Bahasa Indonesia Baku.
          4. Koreksi kesalahan Bahasa Indonesia ragam tulis.
          5. Kalimat dan wacana tulis ilmiah
            1. Frasa, klausa, dan kalimat.
            2. Kalimat efektif.
            3. Koreksi kesalahan kalimat pada wacana tulis ilmiah.
            4. Menyusun paragraph
              1. Unsur pengembangan paragraph.
              2. Jenis paragraph.
              3. Pola pengembangan paragraph.
              4. Latihan pengembangan paragraph.
              5. Analisis wacana ilmiah
                1. Membangunwacana tulis ilmiah
                2. Koreksi kesalahan pada wacana tulis ilmiah.
                3. Karya ilmiah
                  1. Jenis-jenis karya ilmiah
                  2. Kriteria karya ilmiah
                  3. Teknik penulisan karya ilmiah.
                  4. Penulisan karya ilmiah
                    1. Resume, ikhtisar, resensi, synopsis, abstrak.
                    2. Makalah
                    3. Laporan penelitian.
                    4. Langkah-langakah karya ilmiah.
                    5. Latihan penulisan karya ilmiah
  1. V. Referensi

  1. Ali, Lukman, Ikhtisar Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pangembangan Bahasa, 1998.
  2. Alwi, Hasan, dkk(ed), Bahasa Indonesia Menjelang tahun 2000; Risalah Kongres Bahasa Indonesia VI, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1998.
  3. Badudu, J.S, Membina Bahasa Indonesia Baku, Bandung, Pustaka Prima, 1985
  4. , Inilah bahasa Indonesia yang benar II, Jakarta: Gramedia, 1991.
  5. , Inilah bahasa Indonesia yang benar III, Jakarta: Gramedia, 1996.
  6. Depdikbud, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan, Jakarta: Pusat pembinaan dan pengembangan Bahasa, 1984.
  7. , Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1994.
  8. Effendi, J.S, Pedoman Penulisan Laporan Penelitian, Jakarta: Pusat Pembinaan dan pengembangan bahasa.
  9. Hijer, Johannes D, Pedoman Transliterasi Bahasa Arab, Jakarta: INIS, 1992.

10.  Keraf, Gory, komposisi Flores: Nusa Indah, 1991.

  1. , Diksi dan gaya Bahasa, Jakarta: Gramedia, 1994
  2. , Eksposisi, Jakarta: Gramedia, 1995.
  3. , Argumentasi dan Narasi, Jakarta: Gramedia,1997

14.  Mulyono, Anton, Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1997.

15.  Nasution dan Thomas. M, Penuntun Membuat Tesis, Skripsi, Disertasi, dan Makalah, Bandung, Jemmars, 1985

16.  Ramlah, M.dkk, Bahasa Indonesia Salah dan Benar, Yogyakarta, Andi Offset, 1994.

17.  Sartuni, Rasyid, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Jakarta, Nina Dinamika, 1984.

18.  Tarigan, Djago, Menulis Paragraf, Bandung, Angkasa, 1981.

19.  Triana, Hetti Waluati, Bahasa Indonesia dalam Komunikasi Ilmiah, Padang, IAIN IB Press, 2003

SILABUS MATA KULIAH

Mata Kuliah              : Dasar-dasar Kejiwaan Dalam al-Qur’an

Kode Mata Kuliah    : MKK 42522729

Jurusan                      : Psikologi Islam

Program studi            : S1

Bobot                          : 2 SKS

Dosen                          :

Sinopsis Mata Kuliah

Mata kuliah dasar-dasar kejiwaan dalam Al-Qu’an memberikan pengenalan dan informasi keilmuan kepada para mahasiswa sekitar dasar-dasar kejiwaan dalam Al-Qur’an, dan memahami, menguasai serta menerapkannya. Begitu juga implementasinya bagi kehidupan manusia yang meupakan salah satu manfaat dari mempelajarinya.

Kompetensi Mata Kuliah

  1. Memahami pengertian dasar-dasar kejiwaaan dan urgensi dalam mempelajarinya.
  2. Mampu menafsirkan antara kedua ayat terkait dengan dasar-dasar kejiwaan dalam Al-Qur’an.
  3. Mampu menafsirkan di antara ayat tentang Allah, manusia, dan jiwa dalam Al-Qur’an.
  4. Mampu menjelaskan tentang sifat-sifat .yang baik dan yang jahat dalam Al-Qur’an.
  5. Mampu menjelaskan langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan al-sa’adah atau al-syaqawah.

Indikator Kompetensi

  1. Mahasiswa dapat memahami pengertian dasar-dasar kejiwaan dalam Al-Qur’an dan urgensi dalam mempelajarinya.
  2. Mahasiswa dapat mengetahui cara menafsirkan diantara ayat yang terkait dengan dasar-dasar kejiwaan dalam Al-Qur’an.
  3. Mahasiswa dapat mempelajari dan mengetahui di antara tafsir ayat tentang Allah, manusia, dan jiwa dalam Al-Qur’an.
  4. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang sifat-sifat yang baik dan yang jahat dalam Al-Qur’an. Dan dapat menjelaskan langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan Al-Sa’adah atau Al-Syaqawah.

Materi Perkuliahan

  1. Pengantar
    1. Pengertian dasar-dasar Kejiwaan dalam Al-Qur’an
    2. Urgensi mempelajari Dasar-dasar Kejiwaan dalam Al-Qur’an.
    3. Metode yang dipakai dalam mempelajari Dasar-dasar kejiwaan dalam Al-Qur’an
    4. Tafsir ayat-ayat tentang Allah
      1. Hakikat Allah (Qs. Al-Baqarah/2:255; Al-Ikhlas/112:1-4; Al-Nur/24:35)
      2. Cara mengenal Allah (Qs.. Al-Baqarah/2:186; Al-An’am/6:74-79;Al-Hadid/57:75,79)
      3. Al-Asma’al-Husna(Qs. Al-Hasyr/59:22-24;al-A’raf/7:189; al-Isra’ /17:110; Thaha/20:8)
      4. Tafsir ayat-ayat tentang manusia
        1. Proses penciptaan manusia(Qs. Al-Mukminun/23:12-14; al-Hajj/22:5; al-Sajadah/32)
        2. Fitrah manusia (Qs. Al-Rum/30:30)
        3. Tugas dan fungsi manusiaQs. Al-An’am/6:162,165; al-Zariyat/51:159; Ali Imran/3:110)
        4. Jiwa dalam Al-Qur’an.
          1. Makna jiwa dalam Al-Qur’an (Qs. Ali Imran/3:145,161; al-An’am/6:70; al-A’raf/7:189; Al-Ra’’d/13:33; Ibrahim/14:51; al-Nahl/16:111; Thaha/20:15;al-Anbiya’/21:35; al-Ankabut/29:57; Luqman/31:34; al-Zumar/39:6; al-Infthhar/82:5)
          2. Macam-macam jiwa dalam Al-Qur’an(Qs. Hud/11:105; Yusuf/12:53,68; al-Qiyamah/75:2; al-Nazi’at/79:40; al-Fajr/89:27; al-Syams/91:7-10).
          3. Manusia: antara Jahat dan Baik
            1. Manusia berpotensi berbuat baik dan jahat(Qs. Al-Nazia’t/79:37-41; al-Qhasash/28:79,80; al-Jumu’ah/62:11; al-Balad/90:4; al-Nisa’/4:49; al-Najm/53:32).
            2. Hal-hal yang mendoraong manusia berbuat jahat(Qs.al-Nzia’at/79:37-39; al-Furqan/25:43
            3. Hal-hal yang mendorong manusia berbuat baik(Qs. Al-Nazi’at/79:40-41)
            4. Ayat-ayat tentang perbuatan jahat.
              1. Al-Ghadab(Qs. Ali Imran/3/133,134; al-Taubah/9:15; al-Syura/42:36,37)
              2. Al-hasad(Qs. Al-Baqarah/2:109; al-Nisa’/4:54; al-Fath/48:15; al-Falaq/113:5)
              3. Al-ghibah(Qs.al-Nisa’/4:148; al-Hujurat/49:12; al-Humazah/104:1-2)
              4. Al-Namimah(Qs. Al-Maidah/5:41; al-Taubah/9:47; al-Qalam/68:11)
              5. Al-Kibru wa al-‘Ujb(Qs. Al-Qashash/28:76,83; al-Isra’/17:37; Luqman/31:18)
              6. Al-Ghurur(Qs. Ali Imran/3:185; al-Nisa’/4:120; al-An’am/6:70,130)
              7. Laghw al-Qaul(Qs. Al-Baqarah/2:225; al-Maidah/5:89; al-Mukminun/23:1-3)
              8. Al-TajassusQs. Al-Isra’/17:36; al-Hujurat/49:12)
              9. Su’al-zhan(Qs. Ali Imran/3:154; al-An’am/6:116,128; al-Hujurat/49:12; al-Najm/53:28)
              10. Tafsir ayat-ayat tentang perbuatan baik.
                1. L-Taubah(Qs. Al-Nisa’/4:17-18; al-Tahrim/66:8)
                2. Al-Shidqu(Qs. Al-Taubah/9:119; al-Ahzab/33:35; Muhammad/47:21; Ali Imran/3:17; al-Baqarah/2:177).
                3. Al-Amanah(Qs. Al-Nisa’/4:58; al-Ahzab/33:72
                4. Al-Wafa’ bi al-‘Ahdi(Qs. Al-Isra’/17:37; al-Nahl/16:91; al-Maidah /5:1,7,12; al-Shaf/61:2-3)
                5. Al-Ikhlas(Qs. Al-Bayyinah/9:85; al-Hajj/22:37; Ali Imran/3:29)
                6. Al-Hilmu wa al-Anatuwa al-Rifqu(Qs. Ali Imran/3:134,199;Fushilat/41:34,35; al-Syua/42:43)
                7. Al-Shabaru(Qs. Ali Iman/3:200; al-Baqarah/2:153,155; alZuma/39:10 alSyua/42:43; al-Baqarah/2163; Muhammad/47:31)
                8. Al-Nazhafah wa al-Tajmil wa al-Shihhah(Qs. Al-Hajj/22:29; al-Fath/48:27; al-Muddtstsir/74:1-4) dan (al-A’raf/7:31; al-Maidah/5:3,6; al-An’am/6:145; al-Nahl/16:69; Mayam/19:25; al-Hajj/22:29)
                9. Ikram al-Dhaif(Qs. Al-Baqarah/2:177,215; al-Taubah/9:6,60; Hud/11:69,78)
                10. Ghadd al-Bashar wa Hifz al-Farj(Qs. Al-Mukminun/23:5,7; al-Nur/24:30,31; al-Ahzab/33:35; al-Ma’arij/70:291)
                11. Tafsir ayat-ayat tentang al-Syaqawah( Qs. Al-Ghasyiyah/88:1-26)
                12. Tafsir ayat-ayat tentang al-Sa’adah(Qs. Al-Mukminun/23: 1-8,102,117; al-Qashash/28:37,67,82)

Referensi

  1. Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali. Ihya’ Ulum al-Din. Kairo: Dar al-Sya’b.[t.th.]
  2. Ahmad Musthafa al Maraghi. Tafsir al Maraghi. Mesir: al-Halabi. 1946
  3. Ali ibn Ahamd Abu al-Hasan al Wahidi, Asbab al-Nuzul al-Qur’an, [t.tp.]: Dar al-Qiblah, 1994, cet. 3
  4. Asmaran As. Pengantar Studi Akhlak. Jakarta: RajaGrrafindo Persada. 1992.Cet.2
  5. Dadang Hawari, al-Qur’an: Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, (Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa, 1997). Cet.3
  6. Jalaluddin Muhammad ibn Ahamad al-Mahalli dan Jalaluddin Abd a-Rahman ibn Abiy Bakr al-Suyuthi. Al-Qurr’an al-Kaim: Tafsir Jalalain. Beirut: Daral-Kutub al-Diniyyah. [t.th].
  7. Maurice Bucaill. Bible, al-Qur’an, dan Sains Modern. Penerjemah M. Rasyidi. Judul asli “ La bible, Le Qoran et La Science.” Jakarta: Bulan Bintang. 1978.
  8. ……………….. Asal-usul Manusia Menurut Bible al-Qur’an, dan sains. Penerjemah Rahman Astuti. Judul Asli “What is the Origin of Man?The answer of The science and The Holy Scriptures.” Bandung Mizan. 1992
  9. Muhammad Fuad abd al-Baqiy. Al- Mu’jam al Mufahras li Alfazh al-Qur’an al-Karim.{t.t]: Dar al fikr.1981.

10.  Muhammad al-Ghazali, Haqq al-Muslim.[t.t]: Dar al-Dakwah. 1414 H/1994 M). Cet.5

11.  Muhammad Usman al-Najati,. Al-Qur’an wa ‘ilmun Nafs. Kairo: Dar al-Syuruq. 1417 H/1997 M. Cet. 6

12.  Muhammad Usman al-Najati. Psikologi dalam Al-Qur’an: Terapi Al-Qur’ani dalam Penyembuhan Gangguan Kejiwaan. Penerjemah M .Zaka al-Farisi. Judul asli “al-Qur’an wa ‘ilmun Nafs.” Bandung: Pustaka Setia.

13.  Muhammd Quraish Shihab. Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan 1998

14.  …………………………… Tafsir al Mishbah

15.  …………………………… Tafsir al-Amanah.

16.  …………………………… Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu’I atas pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan. 1996. Cet. 2

17.  Muhammad Rasyid Ridha, Tafsir Al-Qur’an al-Hakim ( Tafsir al-Mana). Kairo: Dar al-Manar, 1373 H

18.  Nashruddin Baidan, Metodologi Penafsiran al-Qu’an, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1998 .Cet 1

19.  Q. Shaleh, A.A. Dahlan dkk, Asbabun Nuzul: Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat al-Qur’an. Bandung: Diponegoro. 2000.Ed.2

20.  Al-Raghib al-Isfahaniy. mMufradat Gharib al Qu’an. Mesir: al-Halabiy.

21.  ……………………….  Mu’jam Mufadat Alfazh al-Qur’an.disunting oleh Nadim Mar’ashliy. Mesir: al- Halabiy.1961

22.  Salman Harun. Mutiara Al-Qur’an: Aktualisasi Pesan al-Qu’an dalam ehidupan. Jakarta: Logos. 1999. Cet.1


0 Responses to “Silabus dan SAP”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: